Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Desember 2015

Penggemukkan Sapi Potong

Berdasarkan informasi dari teman smp adik saya yang bernama Khuluq. Saya berkunjung ke Pundi Pangan Multifarm kepunyaan H. Bambang yang berlokasi di daerah prambanan sekitar 100 meter ke timur dari candi plaosan memiliki daya tampung 40 ekor sapi. Sapi hanya 3 bulan dipelihara dalam kandang kemudian dijual.

Selain itu juga pemanfaatan kotoran sapi untuk sumber energi berupa biogas merupakan pola pikir kemajuan di bidang peternakan yang menjadi daya tarik tempat ini.

Biogas adalah gas yang bersumber dari kotoran sapi yang telah dipendam dalam tungku bawah tanah sehingga mampu menyalakan kompor untuk memasak.

Dengan pemberian ransum 7 kg per ekor per hari berupa konsentrat 2 kg, bekatul 1 kg, bungkil kelapa 1 kg, ampas beer ¼ kg, ketela 1 ¾ kg, kedelai 1 kg. Maka satu ekor sapi menghasilan 10 kg letong (kotoran sapi) per hari.

Selain itu juga pemberian rumputan dan ampas tahu di pagi hari sekedarnya, serta pemutaran musik klasik dan sapi sering dimandikan hal ini sangat signifikan terhadap bobot badan sapi.

Ternak Cacing Tanah


Media yang dipakai menggunakan kotoran sapi dengan campuran onggok aren sebagai makanan cacing. onggok aren bisa digantikan dengan ampas tahu untuk makanan cacing.

Cara pemijahan indukan cacing kawin menghasilkan anakan cacing selama 10 hari setelah itu indukan dipisahkan dari anakan. Kemudian anakan dipelihara sampai umur 3 bulan langsung dijual.

Sejarah burung jalak Bali

JALAK BALI


Orang memang mengenalnya sebagai jalak bali (Leucopsar rothschildi), meski nama aslinya adalah curik bali. Burung ini tidak lebih dari 25 cm, berbulu putih bersih dengan ujung ekor dan sayap berwarna hitam. Warna biru di seputar mata dan kaki membuatnya cantik, meski jalak bali banyak diminati orang karena kicauannya yang indah. Jalak bali adalah binatang endemik karena hanya dapat ditemukan di Bali. Namun, keberhasilan penangkaran membuat jalak bali kini bisa ditemui di mana-mana: Eropa, Jepang, Jawa, meski mereka hidup dalam kandang.

Di habitat aslinya, jalak bali sangat rawan perburuan sehingga populasinya diperkirakan tinggal belasan. Selain itu, kerusakan lingkungan yang masih terjadi di Taman Nasional Bali Barat turut menghambat pertumbuhan populasi burung ini. Tidak mengherankan bila survei terbaru yang dilakukan awal tahun 2005 hanya menemukan lima ekor jalak bali di alam.

Musim kimpoi jalak bali biasanya berlangsung Oktober-November, mereka membuat sarang di pepohonan dengan tinggi kurang dari 175 cm. Mereka suka semak-semak dan pohon palem di tempat terbuka, berbatasan dengan kawasan hutan yang rimbun dan tertutup.

Bahkan, di masa lalu tak jarang dijumpai jalak bali yang membuat sarang di perkebunan kelapa dekat permukiman penduduk. Kesukaannya hidup di tempat terbuka ini pula yang membuat mereka mudah ditangkap di alam.Untuk mengembalikan populasi jalak bali, tidak hanya penangkaran yang dilakukan tetapi juga upaya penyelamatan dan penjagaan hutan yang menjadi habitatnya
 
SEJARAH


Pertama kali dilaporkan penemuannya oleh Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Atas rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran burung Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan luas penyebaran 320 km2. Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor Jalak Bali di bawa ke Inggeris dan berhasil dibiakkan pada tahun 1931. Kebun Binatang Sandiego di Amerika Serikat mengembangbiakkan Jalak Bali dalam tahun 1962 (Rindjin, 1989)
 
STATUS
  • Sejak tahun 1966, IUCN ( International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) telah memasukan Jalak bali ke dalam Red Data Book, yaitu buku yang memuat jenis flora dan fauna yang terancam punah.
  • Dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES ( Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) Jalak bali ter daftar dalam Appendix I, yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan.
  • Pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 421/Kpts/Um/8/70 tanggal 26 Agustus 1970, yang menerangkan antara lain burung Jalak Bali dilindungi undang-undang.
  • Dikatagorikan sebagai jenis satwa endemik Bali, yaitu satwa tersebut hanya terdapat di Pulau Bali (saat ini hanya di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat), dan secara hidupan liar tidak pernah dijumpai dibelahan bumi manapun di dunia ini.
Oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali dijadikan sebagai Fauna Symbol Propinsi Bali
 
MORFOLOGI

Dalam Biologi, Jalak Bali mempunyai klasifikasi sebagai berikut : Phylum (Chordata), Ordo (Aves), Family (Sturnidae), Species (Leucopsar rothschildi Stressmann 1912) dengan nama lokal Jalak Bali, Curik Putih, Jalak Putih Bali.

Adapun ciri-ciri/karakteristik dari Jalak Bali dapat dikemukakan sebagai berikut:


Bulu
Sebagian besar bulu Jalak Bali berwarna putih bersih, kecuali bulu ekor dan ujung sayapnya berwarna hitam.



Mata
Mata berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua.



Jambul
Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina.



Kaki
Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan).



Paruh
Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan.



Ukuran
Sulit membedakan ukuran badan burung Jalak Bali jantan dan betina, namun secara umum yang jantan agak lebih besar dan memiliki kuncir yang lebih panjang.



Telur
Jalak Bali mempunyai telur berbentuk oval berwarna hijau kebiruan dengan rata-rata diameter terpanjang 3 cm dan diameter terkecil 2 cm
 
MUSIM BERBIAK DI HABITAT


Di habitat (alam) Jalak Bali menunjukkan proses berbiak pada periode musim penghujan, berkisar pada bulan Nopember sampai dengan Mei. 5.


HABITAT,PENYEBARAN DAN POPULASI


Habitat terakhir Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat hanya terdapat di Semenanjung Prapat Agung (tepatnya Teluk Brumbun dan Teluk Kelor). Hal ini menarik karena dalam catatan sejarah penyebaran Jalak Bali pernah sampai ke daerah Bubunan - Singaraja (± 50 km sebelah Timur kawasan

Sumber :  http://www.bambang-gene.com/2012/03/sejarah-burung-jalak-bali.html

Rabu, 05 Agustus 2015

Tepung Telur Alternatif

Di jaman yang serba praktis seperti sekarang ini, banyak sekali produk-produk pangan yang serba instan. Begitu pula dengan telur, sudah banyak tersedia tepung telur.
 
Tepung telur ini banyak sekali dibutuhkan oleh industri pangan seperti untuk membuat kue instan, mie instan dan teman-temannya. Keuntungan dengan adanya tepung telur ini adalah waktu simpan yang cukup lama bila dibandingkan dengan telur segar. Selain itu untuk menyimpannya kita tidak memerlukan pendingin. Dan hanya cukup disimpan di tempat yang tertutup rapat.
 
Sebenarnya ada banyak cara untuk memproduksi tepung telur, diantaranya yang paling banyak digunakan adalah dengan cara spray dryer, proses ini memerlukan suhu yang tinggi sehingga akan menyebabkan terjadinya perubahan warna pada telur menjadi coklat (sering disebut dengan browning), hal ini dikarenakan adanya reaksi mailard yaitu reaksi antara asam amino dan gula pereduksi yang menyebabkan terjadinya warna pencoklatan.
Untuk itu jika menginginkan tepung telur yang tidak memerlukan terlalu banyak tahap proses maka bisa memproduksi tepung telur dengan menggunakan alat yang bernama Vacuum Freeze Drying, mesin/ alat ini banyak dijumpai untuk membuat keripik buah. 
 
Freeze Drying merupakan proses pengeluaran air dari produk dengan cara sublimasi dari bentuk beku menjadi uap.
 
Metode ini banyak digunakan dalam proses pengeringan dan pengawetan bahan pangan untuk mempertahankan stabilitas, aroma, serta tekstur yang menyerupai bahan awal.
Proses Pembuatan Tepung Telur menggunakan Mesin Vacuum Freeze Drying :
  • Seleksi telur
  • Pencucian telur
  • Pemecahan kulit dan pemisahan antara kuning telur dan putih telur. 
  • Proses dengan Vacuun Freeze Drying 
  • Proses penepungan (penghalusan tepung telur)
  • Pengemasan.
Tepung Putih Telur

Tepung Kuning Telur

Pengujian yang diperlukan untuk tepung telur layak edar adalah sesuai dengan SNI, diantaranya :
  • Kadar Air
  • Kadar Abu
  • Kadar Lemak
  • Kadar Karbohidrat
  • Kadar Protein
  • Kadar Gula Pereduksi (jika diperlukan)
  • Kadar Tembaga (Cu)
  • Kadar Seng (Zn)
  • Kadar Timbal (Pb)
  • dan pH
Yang pernah saya lakukan, pengujian dapat dilakukan di Balai Laboratorium Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (Area Jawa Tengah di Semarang).
 
Sumber : http://ismoyoenny.blogspot.com/2015/01/tepung-telur-alternatif.html

Rabu, 03 Desember 2014

Pelemahan Rupiah, Berdampak Pada Penjualan Anak Ayam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), berpengaruh terhadap penjualan Day Old Chicken (DOC) atau anak ayam umur sehari PT Sierad Produce Tbk (SIPD).

"Rupiah jadi Rp 12.000 ribu lagi, harga komuditi harganya turun. Akibatnya income petani jadi kurang, akibat income petani kurang, daya beli juga berkurang," kata Wakil Direktur PT Sierad Produce, Eko Putro Sandjojo, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Menurut Eko, secara industri setiap minggunya produksi mencapai 55 sampai 60 juta DOC. Padahal, permintaan DOC, setiap minggunya hanya mencapai 40 juta sampai 43 juta DOC. Dengan besarnya perbedaan suplay dan demand, ikut membuat harga jual DOC turun tajam.

"Makanya kemarin harga DOC bisa sampai 500 perak (Rp 500 per DOC). Padahal, costnya itu kan sekitar Rp 4.000-an. Harga ayam sampai Rp 9.000-an," ucapnya.

Mengacu pada laporan keuangan perusahaan pakan ternak tersebut, pada periode September 2014. Penjualan bersih perseroan hanya mencapai Rp 1,9 triliun, atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 3,07 triliun.

Sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/11/24/pelemahan-rupiah-berdampak-pada-penjualan-anak-ayam

Senin, 10 November 2014

Mahasiswi Asal Lampung Ini Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung

Harianjogja.com, JAKARTA — Mahasiswi Darmajaya Lampung, Bunga Vania, berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan software pendeteksi penyakit flu burung.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini, di Bandarlampung, menjelaskan, perangkat lunak pendiagnosa flu burung yang dia ciptakan ini dibuat dengan menggunakan Program MATLAB R2008a.

Menurut Vania, melalui software buatannya ini, sistem secara otomatis mendeteksi kerusakan pankreas pada gambar yang diambil dari mikroskop digital.

“Virus H5N1 umumnya menyerang beberapa bagian organ utama pada unggas, terutama di bagian pankreas. Salah satu indikator unggas terinfeksi flu burung adalah adanya nekrosis atau kematian sel pada organ, dalam hal ini adalah pankreas. Software ini mampu membaca keberadaan nekrosis pada citra atau gambar di jaringan pankreas,” jelasnya, seperti dilansir dari laman Liputan6.com, Senin (10/9/2014).

Mahasiswi yang lahir di Liwa Kabupaten Lampung Barat 22 tahun silam ini menambahkan, software itu bekerja dengan menerapkan operasi morfologi citra digital yang dapat mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra.

Ia menjelaskan lagi, untuk proses pendeteksian, pengguna terlebih dahulu menyimpan beberapa citra dari pengamatan jaringan pankreas ayam dengan mikroskop digital ke dalam komputer.

Kemudian citra-citra tersebut diinputkan ke dalam sistem untuk diproses menggunakan operasi morfologi citra digital. Operasi morfologi citra digital ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra. Dalam hal ini bentuk yang dimaksud adalah daerah nekrosis pada citra jaringan pankreas.

Menurut dia, jika daerah nekrosis terdeteksi pada citra jaringan pankreas, maka sistem akan otomatis memberikan outline untuk memperjelas daerah nekrosisnya. Selanjutnya hasil pendeteksian ini dapat dijadikan dasar untuk diagnosa flu burung.

Upaya untuk menghasilkan inovasi ini, putri pasangan dari Supoyo dan Tri Lestari ini mengaku menghabiskan waktu selama tiga bulan, dan mendapatkan banyak arahan dari Dr Ir Suhendro Yusuf Irianto MKom selaku dosen pembimbing.

Dia berharap software ini bisa menjadi alternatif bagi peneliti untuk mengamati kerusakan jaringan dalam rangka pengembangan ilmu patologi, khususnya penyakit flu burung.

“Kasus flu burung sempat menjadi momok bagi masyarakat Indonesia, karenanya dibutuhkan penanganan serius dalam mengantisipasi penyebaran virus yang ditularkan melalui unggas ini. Mudah-mudahan inovasi yang saya ciptakan dapat memberikan sumbangsih dalam penerapan pengolahan citra digital untuk memudahkan pengamatan kerusakan jaringan hewan, terutama pada unggas,” ujar Bunga.

Kendati demikian, diakui Bunga, penelitian ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, karena sampel yang dilakukan masih dalam skala kecil. Menurutnya, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, dibutuhkan uji sampel yang lebih besar. Di samping itu, dapat pula disempurnakan dengan pendeteksian yang dibuat secara realtime dari sampel gambar mikroskop digital, ujarnya lagi.

Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA, menyatakan, penelitian merupakan salah satu implementasi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, budaya penelitian terus dikembangkan di IBI Darmajaya dengan tujuan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Dengan penelitian ilmiah akan lahir temuan-temuan baru yang menarik perhatian kalangan civitas akademik ataupun publik. Lebih dari itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan bidang keilmuan yang diteliti. Karenanya, di sini kami senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah,” katanya.

Kasus flu burung atau Avian Influenza yang menghebohkan Indonesia disebabkan oleh Virus H5N1 dan diketahui sangat berbahaya karena bisa berakibat kematian pada unggas maupun manusia.

Sumber:http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/10/inovasi-mahasiswa-mahasiswi-asal-lampung-ini-ciptakan-software-pendeteksi-flu-burung-551026

Komentarku : 

Luar biasa. Itu cara mendeteksi kerusakan pankreas kondisi unggasnya masih hidup, apa sdh dibedah bangkai ? Tetap semangat,..

Selasa, 19 Agustus 2014

Energy Biogas dari Kotoron Ternak


Ini hasil gas reaktor pada kohe ayam petelur ukuran reaktornya 12 m3 bisa dimanfaatkan untuk pemanas ayam umur satu hari.

Setiap 5 menit membutuhkan biogasnya 1 ml.

Aktifitas malam hari kandang terasa hangat kondisi bredding mengakibatkan suhu ruangan tetap kandang lebih nyaman dan hangat.


Untuk puyuh 1500 - 2000 ekor setiap harinya hanya butuh 20 kg kohe puyuh sudah nyala buat penerangan dan memasak. Perbandingan air 1,5 dan kohenya 1.

Penerangan lampu pada kandang puyuh ukuran 3m X 8m menggunakan 2 buah lampu petromax energy anternatif menekan biaya operasional memakai kotorannya puyuh hasil biogas yang dihasilkan ayo teman - teman pakai energy anternatif.

Sementara waktu biogasnya dimanfaatkan untuk listrik khususnya pakai jenset generator kapasitas 5000 watt sudah bisa, hanya hasil gas metannya belum murni ada kandungan sulfurnya maka sekernya mudah kotor. ini filternya masih diproses oleh instansi surabaya agar hasil metannya murni ditunggu saja dulu ƮɐƦíмα ƙӑsíн﹏﹏﹏

Rabu, 13 Agustus 2014

Manggot ( Belatung )

Manggot merupakan sejenis belatung lalat Black Soldierfly, lalat perusak bunga/buah, bukan lalat pembawa penyakit.

Manggot tidak perlu indukan, jika media tersebut sudah lengkap dengan sendirinya akan ada manggot nya.
 
Pakan meliputi : Ampas tahu, rucah ikan asin, kotoran ayam. Kotoran ayam tidak bisa di ganti. Bisa juga dengan penambahan sosis kadaluarsa.

Cara membuat media hidup manggot : Ikan asin bisa di blender, terus di aduk rata lalu kemudian campur dengan media yang lainnya. Komposisi media 30% rucah ikan asin, 30% ampas tahu, 40% kotoran ayam. 

Cara beternak Manggot : Simpan dalam tong/bak, usahakan tutup tak terlalu rapat. Jika media 100 kg akan menghasilkan manggot 60 kg dalam 4 minggu. Letakan di bawah atap dan media sedikit basah. Jangan terkena sinar matahari langsung.

Kalo sudah di panen, tinggal dicuci di air yang mengalir. Tak berbau sama sekali.


Dengan cara mengeringkan dan tumbuk, Manggot bisa diolah untuk konsumsi ikan lele.

Manggot Segar Rp 4.500/kg. Kandungan protein 43%. Stok1 kwintal seharinya, order minimal 50 kg. 
 
Info lebih lanjut hubungi Wonogiri solo, Seno Ilham Havid 085200141619.

Senin, 07 Juli 2014

Kebutuhan Nutrisi Ayam Kampung

Pertanyaan Marem Mul‎  dikomunitas Peternak Ayam Kampung Super
Iseng2 berkunjung di mbah googel...
Ketemu kebutuhan nutrisi ayam kampung,!..
Umur
0-3 minggu kebutuhan protein 23%
3-6 minggu kbthn protein 20%
6-8 minggu kbthn protein 18%..?
Kog begitu ya
Apa benartu gan..

Komentar :
 
Panglima Kura-kura itu kebutuhan untuk kampung super dan broiler. pokoknya yang berdarah ras..
tapi kalo yang berdarah bukan ras, (kampung asli liar, KUB) yang dipelihara secara intensif.
kebutuhannya
0-30 protein 21-22% energi 2900
31-50 protein 17.5 % energi 3000
51-selanjutnya protein 15%-16% energi 3000-3100.
2.5 bulan bisa dapat bobot 0.85-1 kg.

Sumber : Tmn Facebook

Sabtu, 14 Juni 2014

Ayam Kampung Super

Ayam Kampung Super. Siap - Siap Panen Umur 57 hari berat rata - rata 0.85 kg.

Pakan. Umur O-30 hari Pur 591 campur BR. Terus umur 31-60 makanan campuran B11 dengan gilingan jagung sama dedak. Perbandingan 1:2:3 

Pemeliharaan untuk 100 ekor rata - rata keuntungan tiap panen 450 rbuan.

  

Jumat, 30 Mei 2014

Pangeran Samber Nyawa

Menurut sejarahwan George Soedarsono Esthu gambar dibawah ini merupakan sosok Pangeran Samber Nyawa.

George Soedarsono Esthu

Menembus Batas Keunggulan Pioneer, Problem Solver, Inspirator To Live, To Love, To Serve Mengolah Kata-Mengasah Nurani-Mencerdaskan Hati

 
Sumber : http://sejarah.kompasiana.com/2011/11/28/pangeran-sambernyowo-416519.html

Jumat, 09 Mei 2014

Makan Sayap dan Ceker Ayam Bisa Picu Kanker? Ini Kata Dokter

Jakarta, Mendengar kata 'kanker' merupakan hal yang menakutkan banyak orang, terutama kaum wanita. Maklum, kanker mamatikan banyak mengintai perempuan, misalnya kanker payudara dan kanker serviks. Nah, konon salah satu pemicu munculnya kanker payudara dan kanker seviks adalah karena konsumsi ceker dan sayap ayam. Benarkah?

Kabar mengenai sayap dan ceker ayam yang bisa menyebabkan kanker banyak beredar belakangan ini melalui pesan di jejaring sosial Path dan juga BlackBerry Messenger (BBM). Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa sayap ayam merupakan bagian yang paling sering disuntik, sedangkan ceker ayam merupakan tempat menimbun 'end product' antibiotik dan turunan 'second hormonal' sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Apa kata dokter?


"Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya," kata dr Ramadhan, SpBOnk, yang berpraktik di RS Kanker Dharmais, saat dihubungi detikHelath pada Jumat (9/5/2014).


Hal serupa juga dikatakan oleh dr Drajat Suardi, SpB(K) Onk. Dikatakan dia, sayap ayam dan juga ceker ayam belum tentu menyebabkan timbulnya kanker bagi orang yang sering mengonsumsinya.


"Tidak hanya sayap dan ceker, semua yang kolesterolnya tinggi juga bisa memicu kanker. Kalau kanker payudara itu kan memang erat kaitannya dengan hormon estrogen. Makanan yang mengandung kolesterol tinggi juga bisa memicu terjadinya kanker karena mengakibatkan kemudahan terbentuknya estrogen. Sehingga kalau estrogennya subur ya bisa memicu kanker, salah satunya kanker payudara," kata dokter yang merupakan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia tersebut.


Walaupun belum terbukti pasti, namun menurut dr Drajat, mengonsumsi ayam yang sudah mendapat suntik hormon memang menigkatkan risiko untuk terkena kanker. Karena salah satu penyebab kanker merupakan faktor kimiawi. Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat meminimalkan segala macam zat kimiawi yang bisa menjadi faktor pemicu kanker.


"Pembentukan sel kanker itu ada dua faktor utama, faktor internal dan eksternal. Faktor internal itu gen, kalau faktor eksternal terdiri sari 3 antara lain faktor biologis, kimiawi, dan fisik. Nah yang suntik ini termasuk kategori kimiawi, makanya kitaa jaga diri kita dari segala macam kimiawi yang bisa menjadi faktor eksternal," kata dr Drajat


Berikut ini isi pesan tentang sayap dan ceker ayam yang bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker serviks yang diterima detikHealth :

"SAYAP & CEKER AYAM ? "


Entah Anda sudah menikah atau belum menikah, maka perempuan harus berhati - hati. Baru - baru ini artis Tionghoa Xia Yi divonis tumbuh LISTS dalam rahim (kista coklat) dan Hu Qing Wen melakukan operasi tumor yang penuh dengan darah, dan darahnya berwarna hitam gelap. Mereka berpikir bahwa setelah operasi akan sembuh, tetapi hanya beberapa bulan kambuh lagi, sehingga akhirnya mereka melakukan konsultasi ke ginekolog.


Dokter Ginekolof tersebut kemudian bertanya : "Apakah Anda suka makan sayap ayam, dia sangat terkejut ?


"Loh, koq dokter bisa tahu kesukaanku ?


"Hormon pertumbuhan (growth-hormone) ayam ataupun antibiotiknya, selalu diinjeksi di bagian sayap, atau leher ayam. Sementara kaki Ayam tempat menimbun "end product" antibiotik dan turunan "second hormonal" Dokter tersebut meneruskan : Karena itu kegemaran makan sayap ayam atau kaki, akan serta merta menambah sekresi hormon bagi wanita. Akibatnya "second hormonal" tersebut akan terakumulasi menjadi TOXIN yang ujung - ujungnya menjadi karsinogen, sehingga wanita pengkonsumsi SAYAP + KAKI ayam sangat rentan terkena kanker yang berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : kanker rahim, cervix dan payudara. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda jangan "banyak" mengkonsumsi sayap ayam atau kakinya.


Saat ini 80% wanita memiliki fibroid rahim dan mudah untuk mendapatkan kista coklat tersebut.


Ketika Anda menerima pesan ini, Apa yang akan Anda lakukan ? Meneruskannya kepada teman dan keluarga di sekitar (teman - teman terutama perempuan). Atau end-chat dan skeptis ? Ekspektasi saya : Jika di friend-list anda ada 851 kontak, cukup 10 orang saja yang men-share ulang, sehingga minimal juga ada 10 orang yang baca. Snow ball effect, siapa tau di kelipatan kesekian ada yang TERTOLONG Karena anda peduli... indahnya berbagi



Sumber : http://health.detik.com/read/2014/05/09/154735/2578433/763/makan-sayap-dan-ceker-ayam-bisa-picu-kanker-ini-kata-dokter?l992205755

Jumat, 02 Mei 2014

Limbah Tahu Diolah Menjadi Biogas di Banyumas

TRIBUNJOGJA.COM, BANYUMAS - Tidak lama lagi, sekitar 70 rumah di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Banyumas akan dapat memanfaatkan biogas dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal itu terjadi lantaran tahun ini rencananya akan ada tambahan bantuan satu unit IPAL dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Rencananya tahun ini kita akan mendapat bantuan peralatan tersebut," kata Kepala Desa Kalisari, Wibowo, Rabu (6/6/2012).

IPAL tersebut berfungsi untuk mengolah limbah tahu menjadi gas sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli gas LPG. Selama itu, terdapat empat IPAL yang telah dibangun di Desa Kalisari. Dari empat IPAL tersebut, sekitar 49 rumah di desa setempat telah merasakan manfaatnya, yaitu mendapatkan pasokkan gas.

“Jadi mereka tidak lagi menggunakan gas elpiji untuk menyalakan kompor, tetapi dengan biogas yang dihasilkan dari peralatan itu," tambah Wibowo.

Hasil limbah tahu di Desa Kalisari memang cukup tinggi. Di desa tersebut terdapat sekitar 45 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mengolah tahu. Dari 45 UKM tersebut mampu menghasilkan sekitar 1,5 ton kedelai setiap harinya.

Bantuan satu unit IPAL tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 7.500 liter air limbah tahu setiap harinya. IPAL yang bakal dibangun itu lebih besar jika dibandingkan dengan IPAL yang telah ada.

"IPAL itu akan mampu menyediakan biogas gratis bagi 70 rumah, karena kapasitas pengolahnya terbilang cukup besar," pungkas Wibowo. (*) 

http://jogja.tribunnews.com/2012/06/06/limbah-tahu-diolah-menjadi-biogas-di-banyumas/

Rifkah Bangga Ikut di Proyek Instalasi Biogas

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Rifkah Akmalina mengaku puas dirinya dapat tergabung dalam tim proyek instalasi biogas yang diterapkan di pasar induk buah dan sayur Gamping. Mahasiswi Teknik Kimia ini mendapat tugas dalam bagian sosialisasi pemilihan sampah untuk biogas.

"Padahal aku masih baru masuk, tapi langsung ditawarin untuk bergabung dalam proyek ini," katanya saat ditemui di acara peresmian instalasi biogas, Kamis (10/2/2011).

Wanita yang akrab disapa Rifka ini mengaku awalnya membaca pengumuman yang ditempel di papan informasi kampus. Pengumuman tersebut berisi tawaran untuk bergabung dalam tim pengembangan instalasi biogas.

Rifka mengatakan ada sekitar 15 orang mahasiswa yang tergabung dalam tim penelitian ini. Mereka terbagi dalam beberapa bagian, yaitu pemilihan sampah, pengolahan sampah dan granulator untuk pengolahan sampah.

"Tak menyangka, ternyata mahasiswa pun dapat menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat seperti ini,"lanjut mahasiswi berjilbab ini.

Rekan Rifkah, Mellisa Pramestari juga mengatakan hal senada. Ia mengaku sangat bangga dapat berkontribusi langsung mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari.

"Bisa sekalian belajar banyak dari para senior dan dosen-dosen yang melakukan penelitian ini," kata Melisa.

Teman seangkatan Rifka ini juga menambahkan ia mengalami kendala dalam melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Saat ia mengajak para pedagang buah dan sayur tersebut untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, mereka cukup susah untuk merubah kebiasaan yang asal membuang sampah menjadi satu.

"Yah mungkin karena sudah kebiasaan, jadi butuh proses yang cukup lama," tambahnya.

Anggota tim yang lain, Putri Nurfitasari pun merasa sangat beruntung ia dapat terlibat langsung dalam proyek biogas ini. Mahasiswi asal Lampung tersebut mengaku mendapat banyak pengetahuan baru saat menjalani aktifitas penelitian yang dilakukan sejak Agustus 2010 ini.

"Mungkin aku ngga akan dapat ilmu ini di kelas, jadi ini benar-benar kesempatan dan pengalaman yang berharga banget," tutur Putri. (*)

http://jogja.tribunnews.com/2011/02/10/rifkah-bangga-ikut-di-proyek-instalasi-biogas/

Koperasi Gemah Ripah Gunakan Buah-buahan untuk Biogas

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN,- Sampah buah salak dan buah jeruk tak bisa digunakan untuk biogas. Sebab  bijinya tak bisa dihancurkan dan akan merusak alat. Demikian juga untuk sampah  buah jeruk tak bisa masuk semua karena mengandung zat yang melemahkan.

"Biji salak sangat keras, sehingga akan merusak alat. Sampahnya pun akhirnya tak bisa dimanfaatkan," kata Suharsini selaku Ketua Koperasi Gemah Ripah yang menanggani Instalasi  Biogas di pasar induk buah dan sayur Gamping Selasa (17/07/2012).

Sampah yang dapat diolah menjadi biogas seperti semangka, melon dan mangga.

Proyek instalasi biogas yang mengolah sampah buah menjadi listrik ini kerjasama antara UGM, pemerintah kabupaten Sleman, Nutek, Hongskolan, Boras, Sida, Boras Stad. (TRIBUNJOGJA.COM) 

http://jogja.tribunnews.com/2012/07/17/koperasi-gemah-ripah-gunakan-buah-buahan-untuk-biogas/

Biogas Bisa Dikemas Dalam Tabung

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BIOGAS selama ini digadang-gadang menjadi alternatif sumber energi terbarukan, di tengah kekhawatiran dampak polusi dan ketersediaan bahan bakar fosil. Namun kenyataannya, biogas hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak. Padahal, jika diproses lebih lanjut biogas juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dan menggerakkan mesin.

Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menamai kelompoknya Sains untuk Rakyat melakukan serangkaian riset dan uji coba untuk mengolah biogas. Penelitian mereka bertujuan agar biogas dapat dimurnikan dan dikemas dalam bentuk tabung. Telah terbukti proses pengolahan biogas ini mampu menghidupkan mesin berbahan bakar bensin.

Sains untuk Rakyat terdiri dari Wiratni, ST, MT, PhD (Teknik Kimia-Purifikasi Biogas), Dr Ir Aswati Mindaryani, MSc (Teknik Kimia-Purifikasi Biogas), Ir Imam Prasetyo, M.Eng, PhD (Teknik Kimia-Pengembangan Material Karbon Sebagai Adsorben), Teguh Ariyanto, ST, MEng (Teknik Kimia-Pengembangan Material Karbon Sebagai Adsorben), dan Jayan Sentanuhady, ST, MEng, PhD (Teknik Mesin-Perancangan dan Evaluasi Sistem Kompresi).

Grup ini didukung pula oleh Anies Mutiari dari LIPI Bandung untuk pengembangan unit pilot purifikasi biogas dan Daniel Tanto dari UD Santosa Teknik Klaten, yang menjadi mitra dalam modifikasi generator listrik dan mesin-mesin industri kecil untuk dioperasikan menggunakan biogas.

Wiratni mengatakan, proses produksi biogas bukanlah suatu teknologi baru. Telah banyak industri yang mengolah limbahnya menjadi biogas. Kendati begitu, teknologi biogas sering tidak bertahan lama.

"Kebanyakan reaktor biogas adalah hibah, jarang sekali yang dibuat dengan biaya pribadi pemiliknya sehingga rasa tanggung jawabnya sering kali kurang," katanya, Rabu (30/4).

Apabila hanya digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak, biaya yang diperlukan untuk membangun instalasi produksi biogas menjadi kurang ekonomis. Pasalnya, bahan bakar berupa kayu bakar dan LPG, misalnya, masih tersedia dengan harga yang murah.

Kampanye mengenai konservasi hutan dan lingkungan juga tidak berdampak serius dalam mengubah cara hidup masyarakat yang terlanjur terpola. "Jadi, untuk membuat biogas menjadi bagian gaya hidup modern, baik di kota maupun di desa, pemanfaatan biogas harus dibentuk dalam konteks yang lebih kontemporer," ujar Wiratni.

Murnikan Biogas

Berawal dari kondisi itu, Wiratni dan rekan-rekannya bergerak. Mereka bertekad menjadikan biogas, yang merupakan energi alternatif ramah lingkungan, dapat menggantikan bahan bakar konvensional. Di samping itu, tim juga bermaksud untuk mengonversi biogas menjadi listrik dan menjadikan biogas sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Hal tersebut diwujudkan dengan membuat sebuah sistem purifikasi dan penyimpanan biogas dalam kemasan tabung atau tangki. "Dengan dikemas dalam tabung bisa lebih meningkatkan nilai jual biogas dan mudah dalam pendistribusiannya ke berbagai daerah," terangnya.

Sebelum dilakukan penyimpanan biogas dalam tabung atau penggunaan lain, terlebih dulu dilakukan pemurnian atau purifikasi. Wiratni menjelaskan dalam biogas terkandung sekitar 50-60 persen metana yang merupakan bahan bakar dan 40 persen sisanya adalah senyawa-senyawa pengotor, seperti karbondioksida, uap air, dan hidrogen sulfida.

Gas-gas pengotor tersebut tidak bisa terbakar dan menurunkan nilai kalor biogas, bahkan menimbulkan korosi (karat) sehingga harus dihilangkan dulu. Proses purifikasi biogas dilakukan menggunakan resin yang dapat memisahkan karbondioksida dan hidrogen sulfida dari biogas dengan mekanisme pertukaran ion.

Dengan demikian, alat purifikasi dapat dibuat ringkas dan hampir tanpa cairan sehingga dalam melakukan pemeliharaan tidak terlalu sulit. Perawatan hanya dengan melakukan penambahan air secara berkala untuk sekadar membasahi permukaan resin.

Mengenai alasan pemilihan pengemasan dalam tabung, Wiratni menjelaskan, hal itu tak lepas dari jauhnya jarak antara tempat produksi dengan kawasan perkotaan. Padahal, produksi biogas terdapat dalam jumlah yang melimpah dan melebihi kebutuhan pada lokasi reaktornya. Tabung dianggap mampu mengakomodasi kondisi tersebut.

"Selain memudahkan saat pendistribusian, pengemasan dalam tabung juga bertujuan bisa menjadi bahan bakar pada alat transportasi. Dalam riset kami ini difokuskan pada sepeda motor," tambahnya.

Meskipun masih dalam skala riset, tidak menutup kemungkinan suatu saat produk tersebut akan ditawarkan pada sejumlah mitra yang kompeten untuk pengembangan lebih lanjut ke arah komersial, tentunya setelah teknologinya benar-benar matang.

"Sebagai bagian dari universitas, grup riset kami memposisikan diri sebagai pemilik teknologi dan R&D team. Kami tidak akan berbisnis. Jadi, pengembangan selanjutnya tergantung dari pengembangan kemitraan yang sesuai dengan visi dan misi UGM sebagai universitas kerakyatan," tutur Wiratni. (Tribunjogja.com)

http://jogja.tribunnews.com/2014/05/02/biogas-bisa-dikemas-dalam-tabung/

Sabtu, 22 Maret 2014

Harga Telur Anjlok, Peternak Terus Merugi

 

Pekerja mengambil telur di pusat budidaya ayam di Wonoroto Sanden Bantul.Foto: Sukro Riyadi.
BANTUL (KRJogja.com) - Merosotnya harga  telur ayam dilevel kisaran Rp 12.000,/kg sangat merugikan peternak. Dengan harga tersebut biaya operasional peternak tidak akan pulih. Karena untuk mencapai break event point (BEP) harga mestinya pada kisaran Rp 14.000,/kg hingga Rp 15.000,/kg.

Subagyo, peternak ayam petelur di Dusun Jodog Desa Palbapang Bantul, Jumat (21/3) mengungkapkan harga telur anjlok sudah terjadi tiga pekan terakhir.  Sebelum harga turun, setiap kilonya kisaran Rp  14.000,/kg bahkan lebih. Meski anjloknya harga telur di luar kewajaran, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Ketika ditanya pemicunya, suami Ny Wiwik ini juga tidak tahu secara pasti. "Tidak tahu, mungkin ada permainan, karena situasi sulit seperti ini pernah terjadi tahun 1997/1998, dan kali ini," ujar Subagyo.

Dalam kondisi seperti sekarang ini tidak banyak yang bisa dilakukan,  kecuali bertahan dengan terus menanggung kerugian. Tidak mungkin peternak mengurangi pakan ayam, termasuk nutrisinya. Karena faktor makanan sangat berpengaruh pada produktivitas ayam dalam bertelur. "Tidak mungkin pakan dan nutrisi ayam dikurangi dengan alasan apapun atau diganti," ujar Subagyo. Sementara Sarju, peternak ayam petelur di Sanden Bantul mengungkapkan hal sama terkait anjloknya harga di pasaran. Dengan harga sekarang ini, peternak tidak berkutik. Untuk sekarang ini, paling realistis dilakukan bertahan sambil berharap harga segera pulih.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Bantul, Drs Sulistiyanto MPd mengungkapkan, ajloknya harga telur ayam murni akibat tidak seimbangnya pasokan dan permintaan. Sekarang ini, permintaan telur sangat rendah, sementara produksi terus mengalami peningkatan. Berdasarkan pantauan Disperindagkop Bantul di pasar, permintaan telur mengalami penurunan sangat tajam. Tetapi kondisi ini diyakini akan segera normal kembali dalam beberapa bulan ke depan. (Roy)

Sumber : http://kr.co.id/read/209301/harga-telur-anjlok-peternak-terus-merugi.kr

Minggu, 22 Desember 2013

Budidaya Ayam Kampung SUper


Untuk menghitung untung dalam skala pemeliharaan ayam kampung di mulai dari telur tetas yaitu :
Telur 150 Butir x 2500 = Rp. 375.000.-
Menetas 75 % = 100 ekor (DOC).
Biaya Pakan 2,5 Karung @ = Rp.800.000.- (Dalam Kurung 2 Bulan).
Biaya Vaksin + Vitamin = Rp. 50.000.-
Biaya lain lain = Rp. 200.000.-
yang Hidup sampai panen = 90 Ekor x 22.000.- = Rp. 1.980.000.- (Pemasukan Kotor)
Jadi : 375.000 + 800.000 + 50.000 + 200.000 = Rp 1.425.000.- (Biaya Keluar)
sehingga Untungnya adalah (Rp. 1.980.000 - Rp. 1.425.000.-) = Rp. 555.000.- (Untung). belum termasuk Kandang.
bayangkan saja kalau kita memelihara ayam dengan jumlah 500 ekor aja dalam setiap bulan kita jual sudah berapa untung kita........ hanya 3 jam kita kerja 1 hari selain itu tinggal ngontrol aja....... Dapet deh RP. 2.500.000.- bagi rekan rekan gk usah pergi x kekota kalau belum pasti..... di kampung juga dapat uang asal ada niat pelaksanaanya saja..............