Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

ASAL MUASAL PENYEBAR ISLAM DI NUSANTARA

"ASAL MUASAL PENYEBAR ISLAM DI NUSANTARA .YG GA FAHAM HAL INI SEMOGA FAHAM N LBH BERHATI2 AKHLAK KE KELUARGA BESAR WALISONGO HABAIB TERSEMBUNYI TANPA GELAR HABAIB"
Diantaranya 
"Permata" Keturunan Walisongo
1
Sayyid Iwan Mahmoed Azmatkhan
Imam Bonjol Azmatkhan (Pahlawan perang dari Minangkabau)
Pangeran Diponegoro Azmatkhan (Pahlawan perang Jawa)
Sultan Mahmud Badaruddin Azmatkhan (Pahlawan Perang Palembang)
Syekh Nawawi Bin Umar Al Bantani Azmatkhan (ulama besar dunia)
Kyai Marogan Azmatkhan Palembang (Ulama besar palembang)
Mbah KH Kholil Azmatkhan Bangkalan (paku ulama jawa)
Habib Bahruddin Azmatkhan Al Hafizh (ulama Ahli nasabnya walisongo)
Mbah KH Hasyim Asy'ry Azmatkhan (Pendiri NU)
Mbah KH Muhammad Dahlan Azmatkhan (Pendiri Muhammadiyah)
Mbah KH As'ad Syamsul Arifin Azmatkhan (ulama besar NU)
Abuya Dimyati Banten ,Abuya Nahrowi tanah baru Bogor ,Abuya tubagus Bakri (mama bakri karawang) Mbah mahrus aly lirboyo,mbah chudori tegal rejo Magelang,Mbah Hamid pasuruan,KH zainul hasan probolinggo,syeh asnawi caringin banten ,Tuan Guru Marzuki (mufti betawi) Syeh tubagus Falaq bogor (gurunya Abah guru sekumpul yg jama'ahnya terebsar se Asia )Dan masih banyak lagi Menyebar Seluruh INDONESA .

───────────────────────
Di Indonesia kekayaan Aulia'nya itu nomor 2 setelah Hadramaut,kemudian Baghdad dan India.
Yang pertama masuk di tanah Jawa adalah Syaikh Jumadil Kubro (As-Sayyidi Jamaluddin Husain) Bin Ahmad Syah Jalaluddin Husain Bin Abdullah Azmatkhan Bin Amir Abdul Malik Bin Alwi 'Ammil Faqih Bin Muhammad Shahib Marbath.
Yang saya kagum adalah Sayyid Ahmad Syah Jalal, putra dari Abdullah Azmatkhan. Salah satu Wali,dan ibunya orang India.
Imam Abdullah mempunyai 5 putra, yang pertama Ahmad Syah Jalal yang masuk ke daerah Kamboja, didaerah itu ada Desa atau Kota namanya Campa dan Anam. Campa masyhur dengan putri Campa. Disitu agamanya masih berbeda, dan sering terjadi keributan dan perang yang tiada habisnya. Datang Imam Ahmad Syah Jalal, sebagai Ahli BaitinNabi Saw. Menjadi sebab juru selamat dengan akhlaqnya yang luar biasa menyatukan 2 kerajaan Anam dan Campa. Dan kedua Kerajaan itu menyerahkan kedudukannya kepada Imam Ahmad Syah Jalal dan ditunjuk sebagai Rajanya. Yang meninggal didaerah Anam.
Dan putranya yang pertama Imam Jamaluddin Husain, ibunya adalah Putri Campa.

Kemudian Imam Jamaluddin Husain mempunya anak 12.
Yang ada di Indonesia adalah Imam Hisyamuddin yang dimakamkan di Banten.
Kemudian Barokat Zainal Abidin, Ayah Dari Maulana Malik Ibrahim.
Yang pertengahan, Al Imam Ibrahim Asmoroqondi Ayahnya Sunan Ampel, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang) Dan Sunan Ali Al Murtadho (Sunan Mbedilan), makamnya di Gresik.
Kanjeng Sunan Mbedilan mempunyai anak namanya Kanjeng Usman Haji makamnya di Mandalika, terkenal dengan Sunan Mandalika, dekat dengan Jepara.

Saya kagum dengan Imam Ahmad Rahmatillah (Sunan Ampel) anaknya ada 11, Putra-putrinya menjadi orang-orang yang sangat luar biasa, yaitu:
1. Sayyid Hasyim atau Maulana Qosim (Sunan Drajad), ahli ekonomi, ahli tasawuf, ahli sastra dan seniman.
Menurut Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Kitab Sejarah Walisongo yang berasal dari catatan KHR. Abdullah bin Nuh Bogor, diterangkan bahwa Sunan Drajat adalah Bapak pendiri Al-Aitam Pertama (Rumah Yatim Pertama).

Sunan Drajat yang menurunkan Sunan Nur Rahmat Sendang Dhuwur, yang berputra
•Sayyid Abdul Qodir,berputra
•Sayyid Abdul Qohir (Adipati Gampang) berputra,
•Aryo Hadiningrat 1,berputra
•Aryo Hadiningrat 2,berputra
•Raden Bukuh,berputra
•Raden Husain Rahmatillah (Raden Among Negoro), Bupati Pekalongan pertama dijaman Sultan Agung, berasal dari Pasuruan, yang dimakamkan di Sapuro Pekalongan,berputra
•Raden Qosim atau Jayeng Rono 1, Bupati Wiroto,berputra
•Raden Muhammad atau Jayeng Rono 2,Bupati Wiroto ,berputra
•Sayyid Ahmad Husain Rahmatillah , Bupati Batang.

Sunan Drajat Pendiri rumah yatim pertama bedanya tidak membuat bangunan. Yang mengumpulkan anak yatim pertama. Tiap hari di temui setiap rumahnya yang ada yatimnya kemudian dikumpulkan di Masjid, maghrib diajak belajar, isya' sudah makan bersama kemudian diajak pulang kerumahnya masing masing. Melakukan itu semua setiap hari, kantongnya tidak pernah rapat.
Makanya sejak wafatnya Sunan Drajat,dari anak anak sampai orang orang tua semuanya menangisi karena kehilangan seorang pengayom dan pelindung umat. Karena Sunan Drajat Mengikuti sunahnya Kanjeng Nabi Saw.
Kanjeng Nabi Saw kalau hari Raya Idul fitri, setelah shalat Id, kanjeng Nabi Saw duduk didepan Masjid bersama Shahabatnya. Kanjeng Nabi Saw dari jauh melihat kearah pucuk tebing gunung ada seorang anak.
Menurut Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Kanjeng Nabi Saw itu mempunyai keistimewaan, tingginya Kanjeng Nabi Saw itu kalau di dekati orang Hijaz yang tingginya 2 meter lebih, tetep tinggi Kanjeng Nabi Saw. Berjalan didekati orang yang tingginya 170 cm. Tetep tinggi Kanjeng Nabi Saw.
Jarak pandang Rasulullah Saw. Didekat dan jauh sama saja. Pendengarannya juga demikian.
Makanya bisa melihat anak kecil umur 7 tahun di atas tebing. 
Kalau melihat anak anak kecil di Madinah terkepung beberapa gunung gunung.

Kemudian Kanjeng Nabi Saw mendekati kearah tebing, "Hai anak kecil yang berselimut sorban", melihat teman temannya dibawah, terkadang sorbannya ditutupkan kewajahnya,terkadang dibuka, sebab agar tidak ketahuan.
Kanjeng Nabi Saw dari belakang memberi salam "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh". Anak itu mendengar salam dari Kanjeng Nabi Saw, langsung berdiri dan merangkul Kanjeng Nabi Saw karena sangat bahagianya. Diusap usap kepala anak itu,dan didudukkan diatas dekapan Beliau.
Kanjeng Nabi Saw bertanya, "kenapa tidak ikut merayakan hari raya bersama dan ditebing sendirian, dari mana nak? "
dijawab dengan kepolosan dan kelucuannya, "Aku malu ya Rasulullah."
ini lho, pakaianku penuh tambalan Ya Rasulullah, dibelakangku juga".

Pakaian belakangnya itu sudah sobek, Kanjeng Nabi melihat dan senyum memperhatikan anak yang ada dipangkuannya. Kemudian Beliau bertanya, "Ayah kamu dimana nak?"
ketika ditanya seperti itu, anak itu menundukkan kepalanya.
Dengan suara pelan anak itu menjawab "Ayahku sudah meninggal diperang Uhud ya Rasulullah ".
Rasulullah kaget terhentak mendengar jawaban anak itu,ternyata anak itu yatim.
Kemudian Beliau tanya lagi, "dimana ibumu nak".
Anak itu menjawab, "ibuku menikah lagi demi aku ya Rasulullah, sampai saat ini belum kembali,makanya aku disini menunggu."

Lalu anak itu diangkat oleh Rasulullah Saw ,di sandarkan dipundak Beliau, dan Beliau berkata "Hai nak, jangan takut,Aku sekarang ayahmu, Aku sekarang keluargamu" dipanggul oleh Kanjeng Nabi Saw dan dibelikan pakaian yang bagus ,dimandikan dan dipakaikan pakaiannya oleh Baginda Nabi Saw digandeng di Masjid dan dipangku oleh kanjeng Nabi Saw dipanggilkan teman temannya untuk bermain bersama. Kanjeng Nabi Saw. berkata kepada anak itu,"sana bermain nak, Ayahmu disini menunggumu nak, Kalau ada perlu apa apa, jangan khawatir Saya disini."
Itulah Kanjeng Nabi Saw. Itu termasuk Sunan Drajat mengikuti Kanjeng Nabi Saw kantongnya tidak pernah rapat.
2. Gurunya para Ratu, gurunya para Wali dan Ulama' ,gurunya para Senopati, Sulthan, Adipati, dan para santri. Yaitu Al Imam Quthbil Ghaust Sayyidi Ibrahim Alias Sunan Bonang.
Sampai ada pepatah, kalau kamu masuk ke Jawa tidak Ziarah ke Tuban, sama saja kamu masuk Madinah tetapi tidak bisa Ziarah ke Kanjeng Nabi Saw. Itu menuduhkan pangkatnya Sunan Bonang.

3. Orang yang paling terkenal, Orang yang sangat arif bijaksana dalam menentukan hukum menjadi peranan di Demak, yaitu Sayyid Zainal Abidin (Sunan Qodhi Demak),
4. Ahli ekonomi,yang berhasil luar biasa ,ahli fiqih dan muhadist, yaitu Al Imam Sunan Kudus (Imam Asqolani, Ibnu Hajarnya tanah Jawa).
Yang diterapkan Sunan Kudus, sehingga Pangeran Poncowati tunduk kepada Sunan Kudus karena Sunan Kudus melarang hari raya besar memotong sapi,bukan mengharamkan. Karena Mayoritas pada waktu itu agamanya Hindu. Sunan Kudus tidak mau melukai, tidak mau melukai diantara agama, menjaga kesatuan dan persatuan dan menjaga bagaimana rahmatal lil 'alamin.
Dengan sajak dan sastranya, pidatonya Beliau Radhiallahu ta'ala anhu tentang masalah sapi, dengan mengetahui kebijakan yang luar biasa,langsung Pangeran Poncowati taslim, menyerahkan kerajaannya kepada Sunan Kudus Bin Ahmad Rahmatillah (Sunan Ampel).
Salah satu Nasab ada yang bilang kalau Sunan Kudus adalah anak dari Sunan Usman Haji. Tapi saya melihat dari kitab Maktab Daimi maupun di Mesir dan ahli Nasab semua mengakui anak dari Sunan Ampel.

5. Sayyidi Abdul Jalil (Sunan Bagus Jepara) ,seorang tasawuf, sufi tapi fuqaha yang luar biasa.
6. Sayyid Ahmad Husyamuddin (Sunan Lamongan) ,waktu lahirnya persis sama seperti wafatnya Sunan Ampel.
Makanya dinamai Ahmad bin Ahmad. Ahmad Husyamuddin Bin Ahmad Rahmatillah ,itu adat orang Arab. Kalau ditinggal wafat oleh Ayahnya pasti dinamai sama dengan Ayahnya.

7. Putrinya Sunan Ampel, Waliyah, Khafidhoh, Alimah, Sayyidah Asyiqoh binti Ahmad Rahmatillah, yang menjadi istrinya Maulana Sulthan Abdul Fatah Demak.
8. Dewi Ruqoyyah, istrinya Al Imam Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri),
9. Dewi Aisyah , istrinya Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
10. Dewi Muthmainah, istri dari alim alimnya para Walisongo di jaman itu, yaitu Sayyid Abdurrahman Ar Rum,
11. Dewi Hafsah, Istri dari Sayyid Ahmad Ibnu Yahya Al-Yamani.

Inilah yang saya kagum, putra putrinya menjadi orang yang sangat luar biasa. Itulah tanda, bagaimana generasi tua bisa melahirkan generasi penerus yang luar biasa.
Mudah mudahan ini menjadi contoh bagi kita semua, mampukan atau tidak akan bisa melahirkan re generasi penerus pembangunan agama ,umat dan bangsa ini hingga lahirlah bangsa bangsa, umat umat indonesia siap menjawab tantangan umat dan bangsa, sehingga kita tidak menjadi golongan yang mengecewakan sesepuh ,leluhur dan para ulama kita.
Saya tidak butuh jawaban "Tidak", tapi tunjukkan kalau kita tidak menjadi orang orang yang mengecewakan Baginda Nabi Saw , Ulama ,Leluhur leluhur kita. Wallahu a'lam (Spd)

───────────────────────
Mauidhah khasanah : Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqah al- Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN).

SEJARAH SINGKAT ANAK CUCU ROSULULLOH ﷺ DI NUSANTARA.

Keturunan Nabi Muhammad – Beliau Rosululloh ﷺ dikaruniai 7 anak 3 laki-laki dan 4 perempuan, yaitu Qosim, Abdulloh, Ibrohim, Zaenab, Ruqoiyyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah Azzahra.
Setiap keturunan berasal dari ayahnya, namun khusus untuk Keturunan Sayyidatuna Fathimah bersambung kepada Rosululloh merekalah keturunan Nabi Muhammad ﷺ , sebagaimana dalam hadits disebutkan bahwa Rosululloh bersabda:
“ Setiap anak yang dilahirkan ibunya bernasab kepada ayahnya, kecuali anak-anak dari fathimah, akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka”
(HR.Imam Ahmad)
Sayyidatuna Fathimah dikarunia 2 orang putra yaitu Sayyidina Hasan dan Saayidina Husein, dari kedua cucu Nabi ini lahir para anak cucu Rosululloh yang hingga kini kita kenali dengan sebutan Syarif (Syarifah), Sayyid (Sayyidah), dan Habib (Hababah atau Hubabah).
👳Keturunan dari Sayyidina Hasan, yaitu sering disebut dengan al-Hasni hanya ada sedikit saja di indonesia.
👳Keturunan dari Sayyidina Husein, Sayyidina Husein wafat di Karbala, beliau mempunyai enam orang anak laki-laki dan 3 wanita, yaitu 👳Ali Akbar, 👳Ali Awsat, 👳Ali Ashghar, 👳Abdullah, 👳Muhammad, 👳Jakfar, ✔Zainab, ✔Sakinah dan ✔Fathimah.
Putra Sayyidina Husein keseluruhannya wafat terkecuali 👳Al Awsat atau yang biasa dikenal dengan Nama Imam Ali Zainal ‘Abidin, mempunyai putra bernama 👳Muhammad Al-Baqir, yang mempunyai Putra bernama 👳Ja’far Ash-Shodiq yang menjadi Guru daripada Imam Hanafi, yang kemudian Imam Hanafi ini memiliki murid Imam Maliki, lalu Imam Maliki memiliki murid Imam Syafi’i dan Imam Syafi’i bermuridkan Imam Ahmad bin Hanbal.
👳Al-Imam Ja’far Ash-Shodiq dilahirkan pada tahun 80 H riwayat lain menyebutkan 83 H, Meninggal di kota Madinah pada tahun 148 H dan dimakamkan di pekuburan Baqi.
Keturunannya yaitu 👳Ali Uraidi yang memiliki putra bernama 👳Muhammad An-nagieb memiliki putra 👳Isa ar Rumi dan memiliki putra 👳Ahmad al Muhajir.
👳Ahmad bin Isa al-muhajir punya dua orang putra yaitu 👳Ubaidillah dan 👳Muhammad.
👳Ubaidillah hijrah bersama ayahnya ke Hadramaut, Yaman dan mendapat tiga putra yaitu 👳Alwi, 👳Jadid dan 👳Ismail (Bashriy).
Keturunan mereka (Jadid dan Ismail/Bashir) punah dalam sejarah, sedangkan keturunan 👳Alwi tetap lestari. Mereka menamakan diri dengan nama sesepuhnya 👳Alwi, yang kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan kaum Sayyid Alawiyin (Saadah Bani Alawiyyah).
Kepindahannya ke Hadramaut disebabkan karena kekuasaan diktator kholifah Bani Abbas yang secara turun-menurun terus memimpin umat Islam, mengakibatkan rasa ketidakpuasan di kalangan rakyat. Akibat dari kepemimpinan yang diktator, banyak kaum muslim berhijrah, menjauhkan diri dari pusat pemerintahan lalu hijrah dan menetap di Hadramaut, Yaman.
Penduduk Yaman khususnya Hadramaut yang mengaku penduduk asli dari qabilah Qohthon, yang awalnya bodoh dan sesat berubah menjadi mengenal ilmu dan berjalan di atas syariat Islam yang sebenarnya. 👳Al-Imam al-Muhajir ( Ahmad bin Isa ) dan keturunannya berhasil menundukkan masyarakat Hadramaut yang memiliki faham khowarij dengan akhlak dan pemahaman yang baik.
Para sayyid Alawiyin menyebarkan dakwah Islamnya di Asia Tenggara melalui dua jalan,
🌎 Pertama hijrah ke India kemudian pada 🌎tahap kedua dari India ke Asia Tenggara, atau langsung dari Hadramaut ke wilayah Asia Tenggara melalui pesisir India.
🌎Diantara yang hijrah ke India adalah Syarif Abdullah bin Husein Bafaqih ke kota Kanur dan menikahi anak menteri Abdul Wahab dan menjadi pembantunya sampai wafat.
🌎Lalu syarif Muhammad bin Abdullah Alaydrus yang terkenal di kota Surat dan Ahmadabad. Dia hijrah atas permintaan kakeknya Syarif Syech bin Abdullah Al-Aydrus.
🌎Begitu pula keluarga Abdul Malik yang diberi dengan gelar ‘Azhamat Khan’. Dari keluarga inilah asal-muasal keturunan penyebar Islam di Indonesia khususnya di Jawa yang dikenal dengan sebutan 👳Wali Songo👳. Kemudian dari India, mereka melanjutkan dakwahnya ke Indonesia, yaitu melalui daerah pesisir utara Sumatera yang sekarang dikenal dengan propinsi Aceh.
Menurut 🎓Profesor Dr. Hamka, sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Hasan dan Husain itu datang ke Indonesia, tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu lalu kepulauan Indonesia dan Filipina. Memang harus diakui banyak jasa-jasa dari mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini. Penyebar Islam dan pembangun kerajaan islam di Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang diperanakkan di Aceh.
👳Syarif kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam di Mindanau dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari Iskandar Muda Mahkota Alam, pernah 👳bangsa Sayyid dari keluarga Jamalullail menjadi raja di Aceh. Negeri Pontianak pernah diperintah oleh bangsa 👳Sayyid al-Gadri. Siak oleh keluarga dari bangsa 👳Sayyid Bin Shahab. Perlis (Malaysia) didominasi dan dirajai oleh bangsa dari 👳Sayyid Jamalullail. Yang Dipertuan Agung III Malaysia, Sayyid Putera adalah raja Perlis. Gubernur Serawak yang ketiga, Tuanku Haji Bujang ialah berasal dari 👳keluarga Al-Aydrus.
🌻Kedudukan para sayyid di negeri ini yang turun-temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri di mana mereka berdiam. Kebanyakan dari mereka menjadi ulama dan ada juga yang berdagang. Mereka datang dari Hadramaut dari keturunan 👳Imam Isa al-Muhajir dan 👳al-Faqih al-Muqaddam. Mereka datang kemari dari berbagai keluarga. Yang kita banyak kenal dari mereka ialah dari keluarga 👳As-Segaf,👳Al-Kaff, 👳Al-Athas, 👳Bin Syekh Abubakar, 👳Al-Habsyi, 👳Bafaqih, 👳Al-Aydrus, 👳Al-Haddad, 👳Bin Smith, 👳Jamalullail, 👳Assiry, 👳Al-Aidid, 👳Al-Jufri, 👳Bin Syahab/Syihab, 👳Al-Qadri, 👳Albar, 👳Al-Mussawa, 👳Gathmir, 👳Bin Aqil, 👳Al-Hadi, 👳Al-Zahir, 👳Basyaiban, 👳Ba’abud, 👳Bin Yahya dan lain-lain.
Orang-orang dari Arab khususnya Hadramaut mulai datang secara masal ke Nusantara pada tahun-tahun terakhir diabad 18, sedangkan kedatangan mereka di pantai Malabar jauh lebih awal. Pemberhentian mereka yang pertama adalah di Aceh. Dari sana mereka lebih memilih pergi ke Palembang dan Pontianak. Orang-orang Arab mulai banyak menetap di Jawa setelah tahun 1820 Masehi, dan qabilah-qabilah mereka baru tiba di bagian Timur Nusantara pada kisaran tahun 1870 Masehi. Pendudukan Singapura oleh Inggris pada tahun 1819 Masehi dan kemajuan besar dalam bidang perdagangan membuat kota itu menggantikan kedudukan Aceh sebagai perhentian pertama dan titik pusat imigrasi bangsa-bangsa Arab. Semenjak pembangunan pelayaran kapal uap di antara Singapura dan Arab, Aceh sudah menjadi tidak penting lagi..
🌎Di pulau Jawa terdapat enam qabilah besar Arab, yaitu di Batavia yang sekarang dikenal dengan nama 🏡Jakarta, 🏡Cirebon, 🏡Pekalongan, 🏡Semarang, 🏡Tegal, dan 🏡Surabaya. Di Madura hanya ada satu yaitu di 🏡Sumenep.
Qobilah Arab di Surabaya dianggap sebagai pusat qabilah di pulau Jawa bagian Timur. qabilah Arab lainnya yang cukup besar berada di 🏡Probolinggo, 🏡Lumajang, 🏡Pasuruan, 🏡Bangil, 🏡Besuki dan 🏡Banyuwangi. Qabilah Arab di Besuki mencakup pula orang Arab yang menetap di kota 🏡Panarukan dan 🏡Bondowoso.
Qobilah-qobilah Arab Hadramaut khususnya Alawiyyin yang berada lokasi pesisir tetap menggunakan nama-nama qobilah mereka, sedangkan Alawiyin yang tidak dapat pindah ke pesisir karena berbagai sebab, Mereka berganti nama dengan nama-nama Jawa, mereka banyak yang berasal dari keluarga 👳Ba’bud, 👳Basyaiban, 👳Bin Yahya dan lainnya.
Sumber : 📚Kitab Syamsud Dhahiroh, Kitab Aqidatul Awwam dan berbagai sumber lainnya.