Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

Mahasiswi Asal Lampung Ini Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung

Harianjogja.com, JAKARTA — Mahasiswi Darmajaya Lampung, Bunga Vania, berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan software pendeteksi penyakit flu burung.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini, di Bandarlampung, menjelaskan, perangkat lunak pendiagnosa flu burung yang dia ciptakan ini dibuat dengan menggunakan Program MATLAB R2008a.

Menurut Vania, melalui software buatannya ini, sistem secara otomatis mendeteksi kerusakan pankreas pada gambar yang diambil dari mikroskop digital.

“Virus H5N1 umumnya menyerang beberapa bagian organ utama pada unggas, terutama di bagian pankreas. Salah satu indikator unggas terinfeksi flu burung adalah adanya nekrosis atau kematian sel pada organ, dalam hal ini adalah pankreas. Software ini mampu membaca keberadaan nekrosis pada citra atau gambar di jaringan pankreas,” jelasnya, seperti dilansir dari laman Liputan6.com, Senin (10/9/2014).

Mahasiswi yang lahir di Liwa Kabupaten Lampung Barat 22 tahun silam ini menambahkan, software itu bekerja dengan menerapkan operasi morfologi citra digital yang dapat mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra.

Ia menjelaskan lagi, untuk proses pendeteksian, pengguna terlebih dahulu menyimpan beberapa citra dari pengamatan jaringan pankreas ayam dengan mikroskop digital ke dalam komputer.

Kemudian citra-citra tersebut diinputkan ke dalam sistem untuk diproses menggunakan operasi morfologi citra digital. Operasi morfologi citra digital ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra. Dalam hal ini bentuk yang dimaksud adalah daerah nekrosis pada citra jaringan pankreas.

Menurut dia, jika daerah nekrosis terdeteksi pada citra jaringan pankreas, maka sistem akan otomatis memberikan outline untuk memperjelas daerah nekrosisnya. Selanjutnya hasil pendeteksian ini dapat dijadikan dasar untuk diagnosa flu burung.

Upaya untuk menghasilkan inovasi ini, putri pasangan dari Supoyo dan Tri Lestari ini mengaku menghabiskan waktu selama tiga bulan, dan mendapatkan banyak arahan dari Dr Ir Suhendro Yusuf Irianto MKom selaku dosen pembimbing.

Dia berharap software ini bisa menjadi alternatif bagi peneliti untuk mengamati kerusakan jaringan dalam rangka pengembangan ilmu patologi, khususnya penyakit flu burung.

“Kasus flu burung sempat menjadi momok bagi masyarakat Indonesia, karenanya dibutuhkan penanganan serius dalam mengantisipasi penyebaran virus yang ditularkan melalui unggas ini. Mudah-mudahan inovasi yang saya ciptakan dapat memberikan sumbangsih dalam penerapan pengolahan citra digital untuk memudahkan pengamatan kerusakan jaringan hewan, terutama pada unggas,” ujar Bunga.

Kendati demikian, diakui Bunga, penelitian ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, karena sampel yang dilakukan masih dalam skala kecil. Menurutnya, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, dibutuhkan uji sampel yang lebih besar. Di samping itu, dapat pula disempurnakan dengan pendeteksian yang dibuat secara realtime dari sampel gambar mikroskop digital, ujarnya lagi.

Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA, menyatakan, penelitian merupakan salah satu implementasi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, budaya penelitian terus dikembangkan di IBI Darmajaya dengan tujuan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Dengan penelitian ilmiah akan lahir temuan-temuan baru yang menarik perhatian kalangan civitas akademik ataupun publik. Lebih dari itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan bidang keilmuan yang diteliti. Karenanya, di sini kami senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah,” katanya.

Kasus flu burung atau Avian Influenza yang menghebohkan Indonesia disebabkan oleh Virus H5N1 dan diketahui sangat berbahaya karena bisa berakibat kematian pada unggas maupun manusia.

Sumber:http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/10/inovasi-mahasiswa-mahasiswi-asal-lampung-ini-ciptakan-software-pendeteksi-flu-burung-551026

Komentarku : 

Luar biasa. Itu cara mendeteksi kerusakan pankreas kondisi unggasnya masih hidup, apa sdh dibedah bangkai ? Tetap semangat,..

Minggu, 02 November 2014

Panasonic Corporation Luncurkan Kereta Api Baterai

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Panasonic Corporation yang bermarkas di Osaka, Minggu (2/11/2014) meluncurkan kereta api baterai di jalur kereta api yang sudah tidak digunakan lagi, Kosaka, di perfektur Akita Jepang. 

Kereta api itu berjalan sepanjang 8,5 kilometer. Dipadati sejumlah Jepang gratis karena kereta api ini termasuk langka dan melalui jalur kereta api yang sudah mati, tak digunakan lagi. Tampak pada gambar melewati Kota Odate di antara semak belukar.

Kereta api itu kerja sama dengan pihak pemda setempat untuk mempromosikan kereta api kepada anak-anak dan kecintaan lingkungan setempat. Saat ini sedang musim gugur sehingga dapat menikmati warna daun yang berwarna warni di Jepang. Kereta api ini berbobot satu ton dan bisa memuat 10 penumpang. Menggunakan 99 baterai Evolta buatan Panasonic.

Berangkat pukul 12.45 siang kemarin dari stasiun dekat Stasiun Yukisawaonsen dengan tujuan Kota Onari. Perjalanan selama dua jam, pergi pulang berkali-kali kemarin. Papan selamat datang pun dipampangkan di stasiun tersebut.

"Selamat Datang Kosaka Railway" yang dibuat oleh masyarakat setempat. Mereka tampak tersenyum dan tepuk tangan menyambut pelayanan gratis satu hari tersebut.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Biomass Pellet Bantul Tembus Korea

Jogja sedang mengerakkan bidang energi yang bisa diperbarui. Rencana kelanjutannya investor pun berminat akan mengembangkan bidang keamanan network dan cyber serta pendidikan. Yogya memang Istimewa.


Biomass Pellet merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Seperti : limbah biogas, serbuk gergaji, sekam padi, jerami yang ditambahkan tepung tapioka sebagai bahan pencampur dan supaya merekat. Limbah industri perkebunan juga diolah seperti sampah tebu. http://krjogja.com/read/234996/biomass-pellet-bantul-tembus-korea.kr

 

Bahan bakar alternatif dan ramah lingkungan dari Bantul, Biomass Pellet (Fira Nurfiani)
BANTUL (KRjogja.com) - Biomass Pellet yang merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan belum lama ini diproduksi di Desa Kalangan Bangunjiwo Bantul tembus ekspor di Korea dan Jepang. Produk bahan bakar alternatif hemat energi dan murah ini memanfaatkan potensi kekayaan hayati yang dimiliki nusantara berupa limbah pertanian, perkebunan dan industri yang berbasis bahan alam.

Direktur Pemasaran PT Greeno Inovasi Energi, Ayus Dodi Kirana yang memproduksi Biomass Pellet ini menyampaikan bahan bakar alternatif ini baru berkembang kurang lebih lima tahun lalu.  Industri biomass ini mulai dikenalkan karena sebenarnya Indonesia ini terkenal dengan keragaman hayatinya dimana itu betul-betul bisa diolah menjadi bahan bakar. 

Menurut Ayus Indonesia kaya akan bahan bakar minyak bumi namun sayang tidak bisa terbaharukan. Sedangkan biomas hadir sebagai sumber energi alternatif yang selalu ada baik jenis maupun volumenya. Salah satu yang sedang dikembangkan di Bantul adalah limbah serbuk gergaji yang ada di Jateng dan DIY.

"Bisa juga industri rakyat yang selalu ada sepeti sekam padi, jerami yang ditambahkan tepung tapioka sebagai bahan pencampur dan supaya merekat. Limbah industri perkebunan juga diolah seperti sampah tebu dan uang lusuh atau tidak layak edar dari Bank Indonesia (BI)," tuturnya di pabrik Biomass Pellet. (M-3)

Biomass Pelet, Bahan Bakar Alternatif Dari Limbah Uang Kertas

BANTUL (KRjogja.com) - Terbatasnya bahan bakar terutama dari minyak bumi, mendorong berbagai pihak untuk menciptakan bahan bakar alternatif. Bahan yang digunakan bervariasi, mulai dari serbuk kayu sisa penggergajian, limbah tebu, tembakau, tepung tapioka hingga uang kertas rusak.

Salah satu perusahaan yang menciptakan bahan bakar alternatif adalah PT Greeno Inovasi Energi (GIE) di Dusun Kalangan, Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Bantul. Perusahaan ini berhasil mengembangkan bahan bakar alternatif yang irit dan ramah lingkungan bernama Biomass Pelet.

Saat ditemui belum lama ini, Kepala Produksi PT GIE, Fery Wibowo menyampaikan, Biomass Pelet dibuat dengan bahan serbuk kayu limbah penggergajian, ampas tebu, tembakau, tepung tapioka dan uang kertas rusak yang sudah dihancurkan dari Bank Indonesia (BI). Bahan-bahan ini kemudian diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

"Bahan bakar minyak dan gas sangat terbatas dan sulit diperbaharui. Kita harus menciptakan bahan bakar alternatif, salah satunya Biomass Pelet ini," kata Fery.

Cara pembuatan Biomass Pelet, tambah Fery, diawali dengan mencampur semua bahan kemudian diolah menggunakan mesin khusus. Biomass Pelet yang sudah jadi, akan berbentuk menyerupai peluru dengan ukuran sekitar 2cm. "Warnanya hijau tua kehitaman," imbuhnya.

Sementara penggunaan Biomass Pelet, lanjutnya, membutuhkan tungku yang dirancang khusus. Di dalamnya, terdapat kaleng dengan lubang kecil di bagian atas dan bawah sebagai tempat menampung Biomass Pelet yang dibakar. "Nantinya, Biomas Pelet yang dibakar akan menghasilkan gas dan keluar dari lubang-lubang kecil itu," jelasnya.


Selain ramah lingkungan, Biomass Pelet juga diyakini lebih irit. Dengan asumsi, 1kg Biomass Pelet seharga Rp 2.500 bisa menyala hingga diua jam. Sedangkan penggunaan gas elpiji, membutuhkan 1kg seharga Rp 6.000 untuk menyala dua jam.  "Api yang dihasilkan juga lebih panas, sekitar 450 derajat celcius," tegasnya.
Selama ini, menurut Fery, Biomass Pelet sudah digunakan berbagai industri kecil atau industri rumah tangga seperti peternakan ayam, penetasan telur, bisnis katering, pembuatan gerabah, produksi kerajinan kayu, hingga produksi mebel. "Karena kalau pakai gas atau istrik, butuh biaya lebih besar," tandasnya. (Unt)


http://krjogja.com/read/236071/biomass-pelet-bahan-bakar-alternatif-dari-limbah-uang-kertas.kr

Senin, 26 Mei 2014

Minggu, 25 Mei 2014

Faktor Pembentukan Warna Pada Kulit

Warna pada kulit dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pigmentasi epidermis dan sirkulasi kapiler yang ada di lapisan dermis.

Pigmentasi epidermis dipengaruhi oleh dua pigmen, yaitu Karoten dan Melanin.

Karoten merupakan pigmen merah-jingga yang berakumulasi di epidermis. Paling banyak terdapat di stratum korneum pada orang berkulit terang, juga di jaringan lemak pada lapisan dermis dan subkutis

Perubahan warna yang diakibatkan oleh karoten paling terlihat pada orang berkulit pucat, sedangkan pada orang berkulit gelap sulit terlihat. Karoten dapat dikonversi menjadi vitamin A yang diperlukan untuk pemeliharaan epitel dan sintesis fotoreseptor di mata.

Melanin merupakan pigmen kuning-coklat, atau hitam yang diproduksi oleh melanosit. Melanosit sendiri berada di antara sel-sel basal dan memiliki juluran ke sel-sel di atasnya. Perbandingan jumlah melanosit dan sel basal bervariasi, mulai dari 1:20 sampai 1:4.

Badan Golgi melanosit membentuk melanin dari tyrosin dengan bantuan Cu dan oksigen, lalu mengemasnya menjadi vesikel-vesikel melanosom. Melanosom ini akan dihantarkan melalui juluran melanosit dan mewarnai sel-sel keratin di atasnya sampai didegradasi oleh lisosom.

Jumlah melanosit baik pada orang kulit hitam maupun kulit putih adalah sama, yang berbeda adalah aktivitas dan produksi pigmennya (melanosit).

Pada orang kulit pucat transfer melanosom hanya sebatas stratum spinosum, sedangkan pada orang berkulit gelap melanosom dapat dihantarkan hingga ke stratum granulosum.

Sirkulasi darah yang ada di dalam pembuluh kapiler pada dermis juga berperan dalam menentukan warna kulit. Hemoglobin yang fungsinya untuk mengangkut oksigen adalah bersifat pigmen.

Ketika berikatan dengan oksigen, hemoglobin akan berwarna merah terang sehingga memberikan pewarnaan merah pada pembuluh kapiler. Ketika pembuluh-pembuluh tersebut mengalami dilatasi, maka warna merah pada kulit akan semakin jelas.

Contohnya jika saat suhu tubuh sedang tinggi, maka pembuluh darah akan melebar untuk melepaskan panas dan pada saat yang sama akan menimbulkan citra merah pada kulit tersebut.

Sebaliknya ketika suplai darah berkurang (misalnya pada gagal jantung) maka kulit akan berubah relative pucat akibat penyempitan pembuluh kapiler.
                          
Sumber: http://www.pusatpedia.com/2012/11/faktor-pembentukan-warna-pada-kulit.html

Senin, 12 Mei 2014

Bikin Produk Mainan Dari Limbah Roti , SMA Negeri 1 Sleman Juara 3

Tim SMA Negeri 1 Sleman dan karya yang terbuat dari limbah roti. Foto: Bambang Nurcahya 

SLEMAN (KRjogja.com) - Nama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali harum berkat prestasi para siswa SMA Negeri 1 Sleman di tingkat internasional. Mereka berhasil menyabet juara 3 dalam 'Student Company Competition' se Asia Pasific di Singapura 17-19 Pebruari 2014 yang diselenggarakan oleh General Electric (GE) sebuah perusahaan elektrik asal Amerika. Pada kompetisi itu, para siswa SMA Negeri 1 Sleman menyajikan produk mainan anak-anak  yang terbuat dari roti kedaluwarsa. Mereka adalah Yoga Pradipta, Anggita Pratiwi, Ardianto Kurniawan, Harjuno Bagus dan Herawati.

"Kompetisi diikuti 16 sekolah se Asia Pasific, termasuk SMA Negeri 1 Sleman. Kami sangat bersyukur bisa di posisi ke-3 dengan penghargaan sebuah piala," tutur Yoga Pradipta, saat ditemui KR di kantor GE Lighting Indonesia DIY, Jalan Magelang, Denggung, Sleman, Senin (12/5).

Ditambahkan Ardianto, timnya memilih limbah roti untuk dijadikan produk mainan anak-anak dan remaja karena ingin sesuatu yang beda. Dan yang lebih penting adalah meminimalisir keberadaan limbah roti yang cukup berbahaya. "Awalnya kami terdiri dari 19 siswa yang dibagi beberapa kelompok. Kami berlima menemukan ide untuk membuat sesuatu dengan limbah roti. Kemudian kami yang maju ke kompetisi," jelas Ardianto.

Herawati menjelaskan proses produksi mainan dibuat dari campuran limbah roti dengan lem kayu, diaduk rata sehingga menjadi adonan pekat dan diberi pewarna. Setelah cukup, kemudian dibentuk sesuai desain yang telah dikehendaki, misalnya boneka, rumah-rumahan, kendaraan, bunga dan lainnya. "Kami juga membuat replika tangan sebagai huruf bagi tuna rungu. Produk-produk ini selanjutnya dijual dan kami telah memiliki wadah kegiatan di sekolah bernama berbasis Educational, Economical, and Eco Friendly Product," paparnya.

Ditegaskan Ariavita Purnamasari, Communications Leader GE Lighting Indonesia, program Student Company didanai oleh GE Foundation, sebuah yayasan dari perusahaan GE. Kegiatan itu merupakan program pendidikan dan pelatihan di bidang kewirausahaan bagi para siswa tingkat SMA dan SMK. Lewat program itu, para pelajar membentuk kelompok kecil dengan struktur layaknya sebuah perusahaan dan menjalankan usaha sesuai dengan rencana bisnis yang telah mereka kembangkan. "Tiap bulan sejak 2012 kami gelar job shadow yang merupakan program GE bekerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia. Tujuannya, membangun rasa percaya diri, menanamkan keahlian sejak dini serta memberikan gambaran kepada pelajar SMA/SMK mengenai dunia kerja profesional, kewirausahaan dan bisnis secara nyata dan mendalam," pungkas Ariavita. (*-2) 

http://krjogja.com/read/215723/bikin-produk-mainan-dari-limbah-roti-sma-negeri-1-sleman-juara-3.kr

Rabu, 07 Mei 2014

Biodiesel Bisa Hemat BBM dari Minyak Jelantah

Minyak jelantah adalah minyak sayur bekas pakai, baik menggoreng lauk, kerupuk, atau yang lain. Minyak ini bekas dipakai menggoreng lebih dari 5x sampai hitam sekalipun, bisa diolah kembali menjadi energi baru yaitu energi biodiesel melalui berbagai tahapan proses kimiawi dan pemanasan.

Nah, untuk ibu rumah tangga, minyak yang sudah dipakai lebih dari 5x, disarankan untuk tidak dipakai lagi, karena mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Disarankan pula untuk tidak dibuang, tetapi dijual kepada pemerintah kota, contohnya pemerintah kota Depok membeli minyak jelantah ini Rp 4000 per liter dari masyarakat. Selain membantu pemerintah membuat biodiesel, kita juga bisa mendapatkan uang. Jangan sampai minyak jelantah ini jatuh ke oknum yang tidak bertanggung jawab, karena banyak diantara oknum penjual makanan yang nakal yang mengubah kembali minyak jelantah menjadi bening seperti baru padahal kandungannya sudah rusak, terdapat banyak zat kimia berbahaya.

Dengan adanya minyak jelantah yang bisa dijadikan energi biodiesel, pemerintah bisa menghemat impor BBM, karena Presiden SBY sudah menetapkan aturan wajib bahwa penggunaan solar dicampur 10% biodiesel. Sehingga bisa menghemat pula devisa negara yang tadinya untuk impor BBM, bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain.


http://www.presidenri.go.id/index.php/perspektif/2014/03/21/62.html

Bahan Bakar Nabati (BBN) = Energi Alternatif

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam berbagai kesempatan menegaskan, fenomena dan realitas global belakangan ini mengharuskan kita semua untuk menggeser paradigma dan mindset. Hal ini berkaitan dengan harga minyak bumi yang makin tak menentu, disamping ketersediaan BBM (Bahan Bakar Minyak) dalam negeri yang makin terbatas. Paradigma baru itu adalah mengubah ketergantungan terhadap fossil based fuel menuju ke energi alternatif yang non fossil based fuel.

Pada 2 Juli lalu, Presiden SBY mengadakan Rapat Terbatas di Losari, Magelang, Jawa Tengah, untuk membahas master plan pengembangan biofuel atau bahan bakar nabati (BBN) sebagai energi alternatif masa depan. Tujuannya, pertama, untuk kepentingan security of energy supply. Kedua, menciptakan lapangan kerja yang lebih besar di sektor pertanian. Dengan terbukanya lapangan kerja di sektor pertanian dan pedesaan, diharapkan kemiskinan akan berkurang. "Ekonomi lokal bergerak, ekonomi nasional bergerak, dan kita punya penghematan devisa untuk mengimpor BBM dan bisa kita gunakan untuk yang lain," kata Presiden SBY di Losari.

Untuk mengembangkan BBN ini, Presiden SBY menegaskan diperlukan setidaknya lima faktor pendukung. Pertama, ketersediaan lahan. Kedua, mesin atau pabrik-pabrik untuk mengolah hasil pertanian tersebut. Ketiga, infrastruktur. Keempat, pasar untuk menjamin produksi akan terserap. Kelima, pendanaan.

Ada empat komoditas yang akan kita galakkan untuk menjadi bahan bakar nabati. Tebu dan singkong untuk diolah menjadi etanol, kemudian kelapa sawit dan jarak untuk biodiesel. (har)
http://www.presidenri.go.id/index.php/topik/2006/07/25/42.html

Senin, 21 April 2014

7 Penemuan Kreatif Untuk Orang-Orang Malas

Inovasi produk serta penemuan-penemuan baru memang selalu ditujukan demi memudahkan hidup seseorang. Tak heran jika terkadang produk-produk ini akan mahal harganya, mengingat fungsi yang ditawarkan.

Namun ketika produk-produk ini justru memudahkan sesuatu yang sebenarnya sudah mudah, maka fungsinya akan sedikit aneh. Terkesan sekali bahwa produk-produk ini diciptakan untuk orang-orang yang super malas. Kendati demikian, hal ini tetap kreatif dengan segala kegunaannya.
 

Mari simak penemuan-penemuan yang khusus diciptakan bagi kalian yang super malas!

1. Tisu Toilet 
 
Tisu toilet dibuat untuk orang yang malas berjingkat
Tempat tisu toilet tentu saja diletakkan dekat dengan WC. Hal ini dilakukan agar orang lebih mudah menjangkaunya. Namun penemuan yang satu ini bukan tempat tisu toilet biasa, yakni bisa ditarik agar bisa lebih dekat lagi dengan si pengguna. Jika ditelaah lagi, penemuan ini memang berguna. Tapi betapa malasnya orang yang menggunakan barang ini, pasalnya jarak antara toilet dan tisunya sebenarnya sudah sangat dekat.


2. Spidol Mentega 
Spidol Mentega untuk kemudahan mengolesi roti dengan mentega
Sebelum beraktivitas di pagi hari, alangkah baiknya jika kita menyantap sarapan terlebih dahulu, seperti roti misalnya. Mentega biasanya akan dioleskan ke atas roti agar rasanya makin lezat. Bagi kalian yang super sibuk sampai-sampai tak punya waktu untuk sekedar mengoleskan mentega dengan sendok atau pisau di atas roti, spidol mentega yang satu ini bisa masuk daftar barang yang harus dibeli bulan depan.


3. Alat Pasang Kaos Kaki 
Alat untuk memasang kaus kaki
Yang ini makin aneh saja. Bagi kalian yang malas mengenakan kaos kaki dengan cara ditarik ke atas, maka produk ini adalah yang kalian dambakan. Kalian tak perlu susah-susah menarik kaos kaki seperti yang lazim dilakukan orang kebanyakan karena kalian akan makin dimudahkan. Wah-wah, sedemikian malasnya kah orang-orang zaman sekarang?


4. Kacamata Membaca Sambil Tidur 
Kacamata baca sambil tiduran
Membaca dengan posisi tidur sebenarnya memang tak dianjurkan dengan alasan akan mengganggu kesehatan mata. Namun jika kalian memang sudah biasa melakukannya, alat ini akan sedikit membantu. Dengan kacamata ini, kalian tak perlu mengangkat lengan tinggi-tinggi demi bisa membaca tulisan yang ada di buku atau majalah.


5. Pembuka Tutup WC 
Pembuka tutup kloset
Dengan alat ini, orang tak lagi perlu membungkuk jika ingin membuka tutup WC. Cukup menginjak pedalnya, maka tutup WC itu akan terbuka dengan sendirinya. Meski sebenarnya alat ini cukup membuat orang malas, namun kegunaannya unik juga, kreatif.


6. Cangkir Pengaduk Kopi 
cangkir kopi otomatis yang bisa mengaduk sendiri
Bagi kalian para penggila kopi yang malas mengaduknya, maka cangkir ini perlu diburu. Sekilas bentuknya memang sama dengan cangkir-cangkir kebanyakan, namun istimewanya cangkir ini bisa mengaduk kopi kalian secara otomatis, tanpa harus menggunakan sendok. Menarik, bukan?


7. Penyangga Buku 
Penyangga buku untuk yang malas baca buku sambil duduk
Penyangga buku ini akan menyajikan sensasi membaca buku yang berbeda, yakni seakan sedang menonton televisi. Apalagi jika kursi yang kalian duduki cukup nyaman dan empuk, dijamin akan betah berlama-lama membaca dengan posisi ini. Kendati alat ini menawarkan fungsi yang menarik, namun terkesan sekali jika si pengguna cukup malas untuk sekedar duduk dengan posisi normal sembari membaca bukunya.

Sumber : Kapanlagi 
http://bagusseven.blogspot.com/2014/02/7-penemuan-kreatif-untuk-orang-orang.html