Tampilkan postingan dengan label Kegunung Apian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegunung Apian. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Gunung Berapi Meksiko Meletus, Ratusan Mengungsi

Letusan gunung berapi Colima dikhawatirkan akan menjadi yang terbesar abad ini.
 
Ratusan orang telah diungsikan dari desa-desa di sekitar gunung berapi Colima di Meksiko, dan sebuah bandar udara ditutup hari Sabtu (11/7) karena letusan gunung berapi itu dikhawatirkan akan menjadi yang terbesar dalam abad ini.

Debu dari Colima telah menghujani desa-desa dan lahar tampak mengalir di lerengnya, sehingga para pejabat menutup kawasan sampai jarak 12 kilometer dari kawah.

Kegiatan vulkanis mulai meningkat Kamis malam dan menyemburkan debu dan asap setinggi empat kilometer Jumat.

Debu vulkanis juga menutupi kota Colima sehingga penduduk terpaksa menggunakan masker. Kementerian Dalam Negeri mengatakan kegiatan vulkanis itu tidak normal, dan gunung tersebut menunjukkan gejala serupa tahun 1913, ketika terjadi letusan hebat yang menutupi kawasan sekitarnya dengan debu tebal.
Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi: kegiatan vulkanis menurun dalam beberapa minggu ke depan, letusan seperti yang terjadi tahun 1913 atau runtuhnya kubah dalam kawah gunung berapi itu.

http://www.voaindonesia.com/content/gunung-berapi-meksiko-meletus-ratusan-mengungsi/2858483.html

Selasa, 23 Februari 2016

Cerita Misteri Gunung Api Aktif 2016

Gunung api berstatus AWAS :

Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Koordinat 3°10′12″N 98°23′31″E.

Gunung api berstatus SIAGA :

  1. Gunung Lokon adalah sebuah gunung di dekat Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. Gunung ini memiliki ketinggian 1.580 m dari permukaan laut. Koordinat 1.358°LU 124.792°BT
  2. Gunung Karangetang (dikenal juga dengan nama Api Siau) adalah gunung berapi yang terletak di bagian utara Sulawesi Utara, Indonesia tepatnya di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Ketinggian 1.827 m / 5.994 kaki (Puncak Selatan),1.784 m / 5.853 kaki (Puncak Utara). Koordinat 2°46′40″N 125°24′27″E
  3. Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu), adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Koordinat 7°56′30″S 112°57′00″E
  4. Gunung Soputan adalah gunung berapi yang terletak di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Gunung ini terbentuk pada masa Kuarterner di tepi selatan kaldera Tondano. Ketinggian 1.784 m (5.853 kaki).
Gunung api berstatus WASPADA :
Kerinci, Dukono, Anak Krakatau, Semeru, Papandayan, Gamkonora, Ibu, Rokatenda, Sangeangapi, Gamalama, Lewotobi Laki-laki, Colo, Raung, Egon.


Sumber : Wikipedia Indonesia

Intuisi. Selasa, 23 Februari 2016. Jam 22.30 - 23.00 wib

Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.930 m dpl, per 2010) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Koordinat 7°32′31″S 110°26′46″E

Dear my diary,

Penerawangan alam ghaib pun di mulai kembali.

Namun kisah pengulangan sejarah sudah sampai mana nih ceritanya. 

Apa masih jaman kerajaan sebelum kemerdekaan, apa sudah masuk jaman setelah kemerdekaan ya,..

Bismillah hirrohman nirrohim.  
Sinabung = 19+9+14+1+2+21+14+7 = 87, 8+7 = 15 = O
Lokon = 12+15+11+15+14 = 67, 6+7 = 13 = M
Karangetang = 11+1+18+1+14+7+5+20+1+14+7 = 99, 9+9 = 18 = R
Bromo = 2+18+15+13+15 = 63, 6+3 = 9 = i
Soputan = 19+15+16+21+20+1+14 = 106, 10+6 = 16 = P

Kode O,M,R,I,P

Dari nama gunung pesan tersirat = Orang mirip

Sinabung = 2+4+5+1 = 12 = L
Lokon = 1+5+8+0 = 14 = N
Karangetang = 1+8+2+7 = 18 = R
Bromo = 2+3+2+9 = 16 = P
Soputan = 1+7+8+4 = 20 = T

Kode L,N,R,P, T >< T,P,R,N,L

Dari ketinggian pesan tersirat = Temperatur normal

Koncian

Merapi = 13+5+18+1+16+9 = 62, 6+2 = 8 = H
Ketinggian = 2+9+3+0 = 14 = N

Gambar penampakan gunung merapi menyimbolkan

Orang mirip N = ............... yang bisa membuat temperatur normal kegunung apian.

NYX = Dewi malam
Nesoi = Dewi kepulauan
Nike = Dewa kejayaan
Nomos = Dewa hukum

Pesan ghaib = orang yang raut wajahnya mirip dengan pasangan akan hidup bahagia.

Lalu yang menjadi tanda tanya gunung apakah yang akan meletus sangat dahsyat lalu diikuti 7 gunung lainnya dalam wangsit ramalan nenek moyang?

Apakah gunung gede beneran atau gunung gedenya cuma simbol pemberi harapan hidup dari kata kiasan gunung yang beneran akan meletus itu?

Bersambung,..

Rabu, 24 Februari 2016. Jam 21.00 wib


Kerinci = 11+5+18+9+14+3+9 = 69, 6+9 = 15 = O
Dukono = 4+21+11+15+14+15 = 80, 8+0 = 8 = H
Anak Krakatau = 1+14+1+11+11+18+1+11+1+20+1+21 = 111, 11+1 = 12 = L
Semeru = 19+5+13+5+18+21 = 81, 8+1 = 9 = i
Papandayan = 16+1+16+1+14+4+1+25+1+14 = 93, 9+3 = 12 = L
Gamkonora = 7+1+13+11+15+14+15+18+1 = 95, 9+5 = 14 = N
Ibu = 9+2+21 = 32, 3+2 = 5 = E
Rokadenda = 18+15+11+1+20+5+14+4+1 = 89, 8+9 = 17 = Q
Sangeangapi = 19+1+14+7+5+1+14+7+1+16+9 = 94, 9+4 = 13 = M
Gamalama = 7+1+13+1+12+1+13+1 = 49, 4+9 = 13 = M
Lewatobi = 12+5+23+1+20+15+2+9 = 87. 8+7 = 15 = O
Colo = 3+15+12+15 = 45, 4+5 = 9 = i
Raung = 18+1+21+14+7 = 61, 6+1 = 7 = G
Egon = 5+7+15+14 = 41, 4+1 = 5 = i

Kode  O,H,L,i,L,N,E,Q,M,M,O,i,G,i

Dari nama gunung pesan tersirat = Waspada. Oh ahline mau pergi

Kerinci = 3+8+0+5 = 16 = P
Dukono = 1+3+3+5 = 12 = L
Anak Krakatau = 8+1+3 = 12 = L
Semeru =3+6+7+6 = 22 = V
Papandayan = 2+6+6+5 = 19 = S
Gamkonora = 1+6+3+5 = 15 = O
Ibu = 1+3+2+5 = 11 = K
Rokadenda = 8+7+5 = 20 = T
Sangeangapi = 1+9+4+9 = 23 = W
Gamalama = 1+7+1+5 = 14 = N
Lewatobi = 1+5+8+4 = 18 = R
Colo = 5+0+7 = 13 = M
Raung = 3+3+4+4 = 14 = N
Egon = 1+7+0+3 = 11 = K

Kode P,L,L,V,S,O,K,T,W,N,R,M,N,K >< K,N,M,R,N,W,T,K,O,S,V,L,L,P

Dari ketinggian pesan tersirat = Pikirlah jangan sok tenar kamu nak, kemarin kamarnya ada wanita ngekost seperti di villa.

Astajim terbuka kembali zona alam ghaib yang menggangu alam sadarku,..

Kesimpulan sementara

Orang mirip N = ............... yang bisa membuat temperatur normal kegunung apian.



Pesan tersirat dari alam ghaib

Awas ada orang mau mirip/ngaku seperti nabi, siaga jika temperatur tidak normal dan waspada ahline mau pergi.



Ket. Gambar : Grafik gunung api yang sedang aktif 2016.

  1. Sinabung = 2451 m
  2. Lokon = 1580 m
  3. Karangetang = 1827 m
  4. Bromo = 2329 m
  5. Soputan = 1784 m
  6. Kerinci = 3805 m
  7. Dukono = 1335 m
  8. Anak Krakatau = 813 m
  9. Semeru = 3676 m
  10. Papandayan = 2665 m
  11. Gamkonora = 1635 m
  12. Ibu = 1325 m
  13. Rokadenda = 875 m
  14. Sangeangapi = 1949 m
  15. Gamalama = 1715 m
  16. Lewatobi = 1584 m
  17. Colo = 507 m
  18. Raung = 3344 m
  19. Egon = 1703 m
  20. Merapi = 2930 m (koncian normal)

Jumat, 02 Januari 2015

Gunung Api Paling Berbahaya dan Mematikan

Tambora, Indonesia

Letusan gunung Tambora di Sumbawa tahun 1815 memuntahkan jutaan kubik meter material ke atmosfir, yang menyebabkan Eropa pada 1816 mengalami tahun tanpa musim panas. Sedikitnya 92.000 orang tewas akibat erupsi. Sekitar 100.000 korban lain tewas di Eropa dan Amerika akibat kelaparan yang dipicu gagal panen gara-gara abu letusan Tambora menyebabkan musim dingin panjang.

Krakatau, Indonesia

Letusan gunung Krakatau 27 Agustus 1883 menyemburkan material ke atmosfir hingga ketinggian 20 km. Debu vulkaniknya tersebar ke seluruh dunia dan erupsi memicu tsunami dahsyat. Dentumannya terdengar hingga ke Mauritius yang jaraknya 4.800 km. Sedikitnya 36.000 orang meninggal akibat letusan tersebut. Kini dari bekas kaldera muncul gunung Anak Krakatau.

Mt. Pelee, Martinique Perancis

Letusan dahsyat yang terjadi mulai 25 April hingga mencapai puncaknya 8 Mei 1902 menewaskan lebih 40.000 orang di pulau kawasan Antilles Kecil milik Perancis. Gunung api yang diduga sudah mati itu tiba-tiba aktif dan melontarkan isi dapur magmanya. Letusan final tanggal 8 Mei sangat hebat, sehingga meluluhlantakkan kota St. Pierre. Hanya dua orang warga kota yang selamat dari kematian.

Vesuvius, Italia

Erupsi yang dicatat sebagai paling dramatis dalam sejarah dunia, adalah letusan gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79 Masehi. Akibat letusan, kota-kota Pompeii, Herculaneum dan Stabia hancur dan lebih dari 10.000 orang tewas dilanda awan dan lahar panas. Sementara letusan tahun 1631 tercatat menewaskan lebih 6.000 orang.

Kelud, Indonesia

Letusan gunung Kelud 19 Mei 1919 menghancurkan lebih dari 100 desa dan menewaskan sedikitnya 5.000 orang. Saat erupsi, 38 juta kubik meter air dilontarkan dari danau kawah. Letusan terakhir terjadi 2013 yang membuat sengsara warga di sekitar Blitar hingga ke Yogyakarta.

Nevado del Ruiz, Columbia

Gunung api ini sebetulnya sudah melontarkan sinyal akan meletus hebat, dengan tremor dan gempa kecil terus menerus. Tapi pemerintah Columbia mengabaikannya, hingga sebuah erupsi hebat tanggal 13 November 1985 malam, menyemburkan lava, lahar panas serta lahar dingin yang menimbun kota Armero. Sedikitnya 23.000 orang tewas akibat letusan gunung api tersebut.

Merapi, Indonesia

Gunung Merapi di dekat Yogyakarta yang berpopulasi padat terkenal sebagai gunung api paling aktif dalam beberapa dekade terakhir ini. Erupsi yang terjadi tahun 1930 tercatat menelan korban terbanyak, 1.300 tewas. Letusan tahun 2010 yang merupakan erupsi terhebat sejak 1872 menewaskan sedikitnya 350 orang.

Mount Nyiragongo, Republik Demokrasi Congo

Gunung berapi yang berlokasi di Virunga National Park dekat perbatasan antara Republik Demokrasi Congo dan Ruanda ini terkenal karena danau lava cairnya dengan diameter sekitar 1,2 km. Erupsi yang terjadi 2002 meluluhlantakan kota Goma dengan aliran lava cairnya. Sejarah mencatat erupsi, gunung api Nyiragongo menyumbang kontribusi 40% dari seluruh kasus letusan gunung api di benua Afrika.

Unzen, Jepang

Erupsi gunung api Unzen pada tahun 1792 dicatat sebagai salah satu bencana alam terhebat dalam sejarah Jepang. Letusan Unzen yang berlokasi dekat kota Nagasaki itu memicu tanah longsor dan tsunami. Sedikitnya 15.000 orang tewas akibat kombinasi bencana alam letusan gunung api, tanah lonsor dan tsunami.

Laki Volcanic System, Islandia

Erupsi berlangsung 8 bulan mulai 8 Juni 1783 hingga Februari 1784 muntahkan lebih dari 14,7 kubik kilometer lava dan sebabkan munculnya retakan sepanjang 27 kilometer. Tapi sekitar 9.500 korban tewas bukan diakibatkan lontaran material vulkanik padat, melainkan akibat dilanda gas beracun yang juga dilontarkan ke atmosfir dan memicu hujan asam, yang membunuh ribuan hewan ternak dan meracuni tanah.

Penulis: Agus Setiawan 


Ada pesan dari alam ghaib karna ngak mau lama sang patih gajah mada pun mengalah dan terjadilah perang Bubad. Pertanyaannya apakah dahulu kalah benar terjadi perang bubad ? Ranting kayu menerawang sim salabim abakradabra. Masih terus mencari kuncian ramalan nenek moyang.  

Letusan Gunung Berapi Cegah Pemanasan Global

Siapa nyangka, ledakan kecil gunung berapi bisa mencegah kenaikan temperatur dan membantu pemulihan iklim Bumi. Temuan tersebut menjelaskan kenapa pemanasan global melambat dalam 15 tahun terakhir.

Bahwa debu vulkanik yang terperangkap di atmosfer Bumi bisa mempengaruhi iklim sudah bukan rahasia lagi. Tapi kini ilmuwan menemukan, letusan kecil gunung berapi memiliki konsekuensi besar terhadap susunan partikel di atmosfer dan dengan begitu perubahan iklim.

Pendeknya, letusan gunung api kecil bisa memperlambat pemanasan global dengan menyebarkan partikel aerosol sulfur yang menghalangi sinar matahari dan menurunkan temperatur Bumi.

"Dengan memantulkan energi matahari kembali ke luar angkasa, partikel asam sulfur dari letusan-letusan kecil gunung berapi boleh jadi bertanggungjawab atas menurunnya temperatur global sebanyak 0.05 hingga 0.12 drajat Celcius sejak tahun 2000," tulis ilmuwan dalam jurnal ilmiah.

Beragam Teori Iklim

"Data baru ini bisa menjelaskan kenapa kenaikan temperatur global melambat selama 15 tahun terakhir."

Sebagai catatan, tahun terpanas dalam catatan sejarah terjadi pada 1998. Kendati suhu pada beberapa tahun terakhir lebih panas dari suhu rata-rata di abad ke 20, kenaikan drastis suhu bumi pada dekade 1990-an mulai memasuki fase stabil.

Beragam teori bermunculan buat menjelaskan kenapa Bumi mengalami stagnasi kenaikan suhu global, termasuk juga perihal bagaimana panas matahari disimpan di dalam samudera atau periode melemahnya aktivitas matahari.

Kebanyakan proyeksi iklim tidak memperhatikan faktor ledakan gunung berapi karena sifatnya yang sulit ditebak. Namun beberapa letusan masuk dalam skema iklim karena dimensinya yang terlalu besar buat dilewatkan

Letusan gunung Pinatubo di Filipina tahun 1991 silam misalnya menghamburkan sebanyak 20 juta ton asam sulfur ke atmosfer Bumi dan diyakini berdampak pada iklim global.

Partikel yang Hilang

David Ridley, peneliti atmosfer di Massachusetts Institute of Technology mengakui dunia sains sedang mencari kepingan terakhir untuk menguak teka teki iklim. Ridley kemudian menemukan kepingan tersebut di antara stratosfer dan troposfer, lapisan terakhir atmosfer yang juga dikenal sebagai dapur cuaca.

Kedua lapisan bertemu di ketinggian 10 hingga 15 kilometer dari permukaan Bumi dan berada di luar jangkauan sebagian besar satelit.

"Satelit telah bekerja baik memonitoring partikel di atas ketinggian 15 kilometer, tapi ini cuma berlaku buat daerah tropis," kata Ridley. "Tapi mendekat ke kutub kita kehilangan semakin banyak partikel di lapisan bawah stratosfer yang mencapai ketinggian 10 kilometer."

Penelitian yang menggabungkan observasi udara, darat dan luar angkasa itu menemukan, jumlah parikel aerosol di lapisan bawah stratosfer lebih besar dari yang diduga selama ini. Pakar menilai, model iklim di masa depan harus memperhatikan pengaruh partikel aerosol dengan lebih seksama.
 

Muncul Retakan Baru Di Kawah Tangkuban Parahu

BANDUNG, suaramerdeka.com – Retakan baru muncul di dasar Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu (2.084 mdpl) di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang. Fenomena tersebut merupakan dampak dari tekanan kuat dari perut gunung api yang statusnya sudah dinaikan menjadi Waspada itu. 

“Bentuk retakannya mirip bintang Mercy. Baru ketahuan Kamis (1/1) lalu karena setelah dinaikan menjadi Waspada sehari sebelumnya, kami tak sempat mengecek karena visual tak memungkinkan,” jelas Kepala PVMBG, M Hendrasto di Bandung, Jumat (2/1) siang.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya semakin mengintensifkan pengamatan terutama dalam menganalisis data-data kegempaan. Petugas berupaya memetakan besaran energi yang tengah dihimpun dari dalam perut gunung.

Apakah energi dari perut Tangkuban Perahu itu hanya sebatas mendobrak dengan menghasilkan retakan atau ada kemungkin lain. Di antaranya tekanan itu masih mempunyai energi besar sehingga memicu letusan dengan membongkar retakan tersebut.

Menurut Totok, sapaan intim Hendrasto, lokasi retakan itu tidak berasal dari lubang kepundan yang selama ini mengepulkan asap danterakhir meletus pada Oktober 2013. Retakan itu berada di sisi yang lain dalam areal datar dengan radius 100-200 meter. Panjangnya sekitar 50 meteran.

“Ini merupakan retakan baru. Meski tekanan keluar selama ini dari lubang yang lama, tapi energi dari dalam tersebut ternyata mencari jalan lain. Kondisi ini yang terus kita cermati,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Totok berharap semua pihak memahaminya. Dia paham Kawah Ratu Tangkuban Parahu memang merupakan objek wisata andalan. Terlebih, peningkatan status gunung api itu bertepatan dengan musim liburan.

“Tapi ini kan demi keselamatan bersama. Kami tak bisa membayangkan kalau pengunjung tetap penuh dengan kondisi gunung api seperti itu, tiba-tiba saja ada sesuatu dari kawah sehingga timbul kepanikan,” jelasnya.

Aktivitas Tangkuban Parahu meningkat seiring intensitas gempa vulkanik yang semakin rapat pada sepanjang Desember 2014. Gempa frekuensi rendah terjadi sebanyak  513 kali, gempa vulkanik dangkal 352 kali, dan gempa vulkanik dalam 10 kali, dan diikuti 22 kali gempa hembusan sebagai penanda rilis energi. Per Rabu (31/12), statusnya dinaikan dari aktif normal menjadi Waspada.

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/muncul-retakan-baru-di-kawah-tangkuban-parahu/

Minggu, 26 Oktober 2014

Kegunung Apian

Hal yang perlu diketahui.

Jika saluran magma dalam tubuh gunung api sudah relatif terbuka maka letusan gampang terjadi.

Ada beberapa jenis letusan gunung api diantaranya letusan eksplosif dan efusif.

Letusan eksplosif terjadi jika tingginya kegempaan vulkanik sedangkan apabila letusan terjadi berasal dari guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran maka letusan itu dikenal sebagai efusif.

Bila terbukti pertumbuhan kubah lava masih berlangsung, dan gempa-gempa frekuensi rendah juga masih terus terekam. "Kondisi ini menunjukkan bahwa fluida (gas, magma, dan uap) masih menuju permukaan.

"Selama kubah lava tumbuh, kemungkinan terjadi awan panas atau sekadar guguran”

Awan panas jenis guguran bisa terjadi karena kubah lava di puncak gunung runtuh.

Guguran kubah lava yang memicu awan panas terjadi bukan disebabkan gaya berat, melainkan terdesak suplai magma baru dengan ancaman terbatas pada radius kurang dari 3 kilometer.

Lalu bila kita amati jika terjadi pelapukan batuan akibat letusan yg bisa memperlemah kestabilan lereng gunung hal ini berpotensi terjadinya longsor dan banjir bandang, terutama di daerah lembah. Jika di puncak gunung hujan lebat dalam durasi lama, potensi lahar hujan pun harus bisa kita antisipasi.

Pikiranku. Bagaimana dengan penanganan gunung Merapi, enak mana ya dikasih hujan terus apa kering namun kesulitan air ? 


Jumat, 24 Oktober 2014

Kondisi G. Merapi November 2013



Dihubungi Kompas.com, Senin (18/11/2013). Surono mengatakan, aktivitas Merapi saat ini “harus diwaspadai.” Merapi perlu diwaspadai karena sistem Merapi yang terbuka dan tak punya kubah lava menyebabkan interaksi antara air permukaan dengan magma lebih mudah.

“Dengan sistem terbuka, air hujan mudah masuk, berinteraksi dengan magma panas, tekanan tinggi memicu letusan freatik.

Ditambah dengan situasi cuaca yang kini mulai memasuki musim hujan, interaksi antara magma dengan air permukaan akan lebih besar.

Subandriyo menjelaskan, retakan baru itu sepanjang 230 meter melintang di tengah kubah (sumbat lava). Padahal diameter kubah lava tersebut sekitar 300 meter. Sedangkan lebar retakan beragam sekitar 50 meter. Sedianya, retakan itu menjadi semacam saluran sehingga magma akan lebih mudah keluar. Namun, Subandriyo menegaskan jika retakan bukanlah indikasi adanya potensi letusan besar.

“Kalau magmanya dalam porsi besar maka aka nada akumulasi tekanan sehingga menyebabkan letusan besar. Tapi kalau magmanya kecil, retakan itu justru menyebabkan magma akan keluar lebih smooth,” paparnya.

Retakan besar itu juga bukanlah pemicu terjadi letusan freatik berikutnya. Air hujan yang masuk melalui retakan dan berinteraksi dengan magma tidak selalu menyebabkan letusan freatik. Reaksi itu (kolom asap setinggi 2000 meter) ada karena kondisi magma Merapi sedang matang (sangat panas). Jika tidak, hujan deras atau gempa lebih besar belum tentu memicu adanya letusan. “Berdasarkan pengalaman, belum pernah ada letusan freatik yang diikuti letusan freatif berikutnya (dalam waktu dekat),” tandasnya.

Sumber :
http://www.jogja.co/ada-gempa-di-perut-gunung-merapi-sebelum-letusan-18-november-2013/

Jumat, 12 September 2014

Aliran lempeng tektonik volcano 7 gunung

Jika V adalah Volcano.

Aliran lempeng tektonik volcano 2014
  1. G. Sinabung
  2. G. Marapi
  3. G. Kelud
  4. G. Slamet
  5. G. Karangetang
  6. G. Sangeang Api
  7. G. Lavuvur
Karena antara gunung kelud dan gunung slamet landai, sehingga gunung pun masih terlihat aktif menyemburkan larva pijar.

Jadi estimasi pertama hingga saat ini Jumat, 12 September 2014.

Gunung Slamet terpantau terus menyemburkan larva pijar namun tidak memberikan respon yang nyata terhadap letusan. Diprediksi ketika memasuki musim penghujan kemungkinan aktifitasnya akan mereda, maka yang perlu diperhatikan lahar hujan.



Ilustrasi teori bejana berhubungan

Sandi huruf "W". Abjad huruf W merupakan urutan ke 23, jika 2+3 = 5 maka angka lima bahasa Jawanya disebut PANCA.

Jadi kuncinya seperti apa ya persandian yg harus dicari sekarang untuk mengunci zona alam ghaib supaya alam pun menjadi damai. Lalu apa yang dimaksud persambungan kata - kata "SILA" hingga menjadi Pancasila......... 

Maaf artikel ini bersifat pribadi.

Bersambung,..

160914. Dear my diary,..

Senja seorang bengawan. Antara panas dan dingin, saat matahari mulai terbenam diufuk barat tepi laut pantai selatan.


"SILA" yang dimaksud kelihatannya merupakan garis khatulistiwa, tercipta antara panas dan dingin.

Jadi apa yang diramal nenek moyangku merupakan warisan alam nusantara, bukan nasip sial karena memiliki suatu keturunan.

Ungkapan makna tersirat : Indonesia sebagai paru - paru dunia karena berada digaris khatulistiwa, terdapat dua musim yakni penghujan dan kemarau atau yang lebih dikenal dengan iklim tropis. Nah yang ini mesti dilestarikan dan dibudayakan agar kita semua selamat dari bencana alam serta isu akhir jaman.

Yayaya... ternyata saya disupport / diberi dukungan dari alam ghaib. 

Misteri bisikan angka satu dan tiga yang merupakan angka sakral bila digabungkan mulai terungkap. Mengapa prinsip ideologi itu penting demi terciptanya suatu kemerdekaan sebuah negara yang berdaulat atas nama rakyat.

Merdeka, merdeka, merdeka.

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan sang pencipta alam hingga sampai saat ini kami menghirup udara bebas. Ada benarnya kata pejuang kemerdekaan "Jangan sekali - kali melupakan sejarah karna bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya". 

Semoga zona alam ghaib tertutup dan apa yang dicari dalam wangsit serta ramalan nenek moyang segera terungkap demi kebenaran sejati rasa keadilan.  

Sambil menunggu asap putih dari gunung Merapi yang merupakan tanda zona alam ghaib tertutup. (waallahualam bii shawab)

Penerawangan alam ghaib pun dimulai. Saat awal dimulainya teori bejana berhubungan ketika erupsi g.merapi 2010 lalu. 

Ilustrasi : Ada sebuah lilin lalu dinyalakan hingga api menyala, kemudian ditutup botol dan ketika lilin mati akan memberikan efek menyedot air dari botol lainnya yang sudah dirancang sedemikian rupa sebelumnya.

Sebenarnya ramalan kejadian yang akan datang sudah diramalkan sejak jaman dahulu kalah. Namun mulai terungkap sekarang 2014. Hal yang perlu diwaspadai untuk menekan korban jiwa. Ketika aliran magma lempeng tektonik antara g.kelud dan g.slamet landai, magma akan tertampung disekitar gunung Merapi namun lihatnya pakai mata batin dari alam ghaib dasar bumi.

Mungkin karena orang pintar jaman dulu pernah menerawang wangsit nenek moyang sebelumnya ketika tahu, untuk hal - hal yang tidak diinginkan mereka langsung bersegera membuat sodetan.

Maka dari itu kita harus bersyukur bisa selamat dari maut dan sekarang tidak perlu panik, bersabar merupakan tindakan bijaksana mensikapi pesan dari sebuah wangsit ramalan.

Catatan pribadi : Gunung kelud meletus mengeluarkan abu vulkanik karena terdapat lekukan pertemuan lempeng tektonik antara pulau sumatra dan pulau jawa dalam perut bumi.  

Penerawangan sejarah : Jika tidak ada gunung lain yang meletus setelah gunung merapi mengeluarkan asap putih tanda zona alam ghaib tertutup, maka dipastikan perang Bubad yang tertulis dalam sebuah naskah cerita itu tidak benar adanya. Karena itu merupakan penulisan ahli sejarah yang mencoba melestarikan budaya dari sebuah kerajaan Majapahit. (waallahualam bii shawab)

Bersambung,..

Selasa, 02 September 2014

5 Gunung Paling Berbahaya di Dunia


Solopos.com, SOLO – Gempa tremor yang terjadi terus menerus di Gunung Slamet, April dan Agustus 2014 menyita perhatian media, Rabu (27/8/2014). Ini barangkali mengingatkan kejadian erupsi Merapi dan Kelud beberapa bulan silam. 

Gunung-gunung itu jadi segelintir diantara gunung yang cukup berbahaya di dunia. Terutama Merapi yang masih aktif hingga kini. Ingatan erupsi Merapi rasanya seperti membuka memori mengerikan di tahun 2010. Saat abu vulkanik menyapu Jogja, Boyolali dan sejumlah wilayah lain.

Gunung Merapi, Indonesia


Gunung Merapi meletus Senin (18/11/2013) pagi. (istimewa)

Inilah gunung di Indonesia yang berbahaya. Merapi telah merenggut banyak korban jiwa. Gunung ini terkenal dengan luncuran awan panas “wedhus gembel” begitulah warga lokal menyebutnya.

Tahun 2010 silam, Merapi meletus beberapa kali. Sang juru kunci, Mbah Maridjan, jadi korban keganasan Gunung Merapi. Hujan pasir dan kerikil pun sempat terjadi di beberapa wilayah berjarak 10 km dari puncak gunung.



Gunung Sakurajima, Jepang
Gunung ini merupakan gunung berapi paling aktif di Jepang. Sakurajima terletak di Pulau Kyushu, Jepang. Catatan National Geographic, Gunung Sakurajima memiliki ketinggian 1.117 mdpl selama 45 tahun terakhir telah meletus sebanyak 73.000 kali.

Pada tahun 2013 silam menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 5.000 meter.



Inilah gunung legendaris asal Italia. Gunung Vesuvius adalah gunung berapi timur dari Naples, Italia. Ini adalah satunya gunung berapi di daratan Eropa telah meletus untuk dalam seratus tahun terakhir, meskipun saat ini tidak meletus.

Vesuvius terkenal karena letusan di AD 79 yang menyebabkan penghancuran kota-kota Romawi. Gunung di benua Eropa ini pernah mengubur Kota Pompeii, akibat letusan yang terjadi pada tahun 79. Letusan itu memakan korban lebih dari 1.000 jiwa. Peristiwa tersebut divisualisasikan dalam sebuah film berjudul Pompeii. 



Yellowstone yang berbentuk kaldera ini terletak di Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, Amerika Serikat. Jika kaldera ini meletus diperkirakan menghasilkan debu vulkanik yang tebalnya mencapai 304 cm dan menjangkau wilayah sejauh 1.600 km.

Dilansir Daily Mail, seperti dikutip Jumat (29/8/2014), menurut para ahli, apabila gunung ini meletus maka letusan ini jauh lebih besar dari pada letusan Gunung St. Helen tahun 1980 lalu. Letusan Gunung St. Helen disebut-sebut salah satu yang paling mengerikan sepanjang masa.

Letusan tersebut merupakan letusan gunung berapi terparah baik dari segi kekuatan letusan maupun kerugian ekonomi sepanjang sejarah Amerika Serikat. 57 orang tewas, dan puncak gunung berkurang dari 2.950 meter menjadi 2.550 m.

Gunung Galeras, Kolombia

Gunung ini merupakan gunung yang cukup berbahaya, letusan parah terjadi pada awal tahun 1993. Gunung itu meletus dan menimbulkan kaldera ini menjadi gunung paling aktif di Kolombia.

Dilansir volcanodiscovery.com, terakhir meletus pada tahun 2004 lalu yang menimbulkan getaran yang terasa hingga radius 20 km dan memuntahkan lava dengan ketinggian 10 km dari permukaan kawah. Padahal di kaki gunung itu terdapat 10 desa dan dihuni sekitar 300 ribu penduduk.

http://www.harianjogja.com/baca/2014/08/29/serba-lima-inilah-5-gunung-paling-berbahaya-di-dunia-531155

Jumat, 09 Mei 2014

Kaitan Gempa Bumi dan Letusan Gunung Api

TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan antara gempa tektonik dan letusan gunung api rupanya masih menimbulkan pertanyaan pada sebagian masyarakat. Ada yang menganggap gempa tektonik dapat memicu letusan gunung api. Ada yang berpandangan letusan gunung api bisa menyebabkan gempa tektonik.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Haryadi Permana mengatakan gempa tektonik, yang dipicu tumbukan antarlempeng bumi, tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung api. 


"Keduanya tidak ada hubungan langsung," katanya saat dijumpai di sela acara lokakarya internasional bertajuk "Climate and Societal Change in Coastal Areas in Indonesia and South East Asia" di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu, 19 Februari 2014.


Menurut Haryadi, gempa tektonik dan letusan gunung api bisa dikatakan sama-sama bersumber dari lempeng bumi. Bedanya, gempa tektonik merupakan getaran yang timbul akibat tumbukan dua lempeng bumi (subduksi). Sedangkan letusan gunung api dipicu magma atau lelehan lempeng bumi yang mendesak keluar ke permukaan.


Peneliti senior Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Profesor Dr Jan Sopaheluwakan, mengatakan anggapan gempa tektonik bisa memicu erupsi gunung api masih belum terbukti secara ilmiah. "Ini kan hipotesis dan masih perlu dibuktikan," katanya di tempat yang sama. 

Spekulasi itu, kata Jan, bisa jadi muncul karena dapur magma gunung api biasanya mengandung banyak gas. Nah, getaran dari gempa tektonik diduga turut memicu gas untuk bergerak mencari jalan keluar sehingga meningkatkan aktivitas gunung api. Namun anggapan ini masih belum dapat dibuktikan kebenarannya.


"Belum pernah ada dampak gempa tektonik terhadap letusan gunung api," ujar Haryadi. Dia mencontohkan, gempa Yogyakarta tahun 2006 tidak serta-merta memicu erupsi Gunung Merapi meski letaknya berdekatan.


Lain halnya dengan gempa vulkanik yang memang hanya terjadi pada tubuh gunung api akibat migrasi magma dari perut bumi ke permukaan. Gempa vulkanik bersifat lokal dan muncul ketika gunung api akan meletus. Berbeda dengan gempa tektonik yang getarannya bisa dirasakan hingga puluhan kilometer.


"Semakin sering gempa dangkal, magmanya semakin dekat ke permukaan," kata Haryadi mengenai peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang tercatat seismograf jelang erupsi gunung api.


Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/02/19/061555777/Kaitan-Gempa-Bumi-dan-Letusan-Gunung-Api