Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2014

Puisi Karanganku 2014

Intuisi. 250914, jam 7 pagi. 
Sejatinya kesempatan hanya sekali.
Pahami proses pembuatannya, pasti Anda mengerti pencapaian rahmat yg harus diraih.

Melihat namun berasa.
Sehat suatu rasa yg berbeda.
Gaya beda, indahnya kebersamaan.

Nikmati proses pembuatannya, setting kameranya.
Cantik jelek karunia Tuhan.
yg merana biarlah tahu mata hati dan pikiran karna tanpa teman - teman kita tidak mungkin menjadi sukses. Good Luck

Terinspirasi setelah diajak mas Adik 085756775099 temane budhe Basda 230914.
Ikutan syuting di pendopo seni taman sari film layar lebar bertemakan HOS Cokroaminoto garapan sutradara Giring Nugroho.
Aku memerankan sebagai pengiring pengantin wanita (Rosikin) film yang dibintangi artis Maya Eistanti, Sutejo Jiwo, Kristin Hakim, Reza, dll.


Intuisi. 300914, jam 7 pagi.

Goresan pena warga kotagede
Intip lubang kunci alam ghaib
Harapan terhindar fitnah dunia

Lentera kehidupan layar terkembang
Bak sebuah pesawat digiring pasukan siluman
Selembar kain hanyalah sebuah benda
Selamat tinggal jaman ketidakpastian

Sepotong kayu, asa bertuah.
Mengiringi langkah masa muda
Terucap kata panjang umurnya
Semoga berkah dihari tua

Melayu neng awang-awang akhirne turu.
Astagfirrullohaladzhim.

Terinspirasi dari pendopo Joglo Ropingen Kotagede 270914.
Bersama komunitas Babad Banda Yuda dan kontak gede menghadiri undangan ultah bpk. Bambang sekalian peresmian galeri bpk. Satrio Wibowo. Dalam acara ini disorot televisi TVRI, dll.

Jumat, 27 Desember 2013

Puisi Permintaan Maaf dari Dokter Pakar Andrologi dan Seksologi

Jakarta - Maafkan kami para dokter yang terluka
Kalau suatu hari nanti kami mau cuti bersama
Karena sudah terlalu letih kami bekerja
Melaksanakan profesi menyelamatkan nyawa
Dan meningkatkan kualitas hidup bangsa


Begitulah bunyi salah satu bait puisi yang ditulis seorang dokter seksologi, dr Wimpie Pangkahila. Puisi yang mengisyaratkan jika dokter juga manusia biasa itu beredar di media sosial Facebook.


Dokter yang juga pakar andrologi dan seksologi itu mengaku memang gemar menulis puisi. Dirinya banyak menulis puisi untuk menyampaikan apa yang ada di benaknya.

"Sudah baca kan? Saya kan emang penulis puisi," ujar dr Wimpie saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/11/2013).


Dalam puisinya, dr Wimpie mengutarakan 'permintaan maafnya' mewakili dokter-dokter Indonesia yang lelah padahal sudah menjalani profesi sesuai prosedur. Namun, masih saja dianggap tidak profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Hal itu tertuang dalam bait lain dalam puisi berjudul 'Puisi Permintaan Maaf: dari dokter Indonesia' itu.


Jangan bilang dokter mogok kerja
Bukankah cuti bersama boleh saja
Walaupun bersama sama seluruh Nusantara?
Dan jangan bilang ini arogansi semata
Karena kami juga manusia biasa

Ya, kami memang manusia biasa
Yang kecewa ketika diperlakukan tanpa rasa
Yang terluka ketika disiram kopi panas di wajah ini
Yang tak berdaya ketika dipenjara
Yang terhina ketika iklan bohong kesehatan dibiarkan merajalela
Padahal korban berjatuhan di mana mana


Wimpie juga menyindir iklan-iklan kesehatan yang mengklaim mampu menyembuhkan penyakit dalam kejapan mata. Salah satu bait puisinya menyindir masyarakat yang berobat ke pengobatan alternatif yang dapat menyembuhkan penyakit dengan cepat dan tanpa obat.
"Maafkan kami kalau suatu hari nanti kami cuti bersama. Tetapi janganlah bingung dan kecewa


Karena kalian boleh datangi mereka. Yang mampu sembuhkan kanker payudara tanpa obat apalagi operasi. Yang sembuhkan kanker peranakan dengan ramuan asli. Yang sembuhkan AIDS dalam tiga bulan. Yang sembuhkan impoten dengan ramuan tanaman. Dan yang sanggup mengembalikan keperawanan," tulis Wimpie dalam salah satu bait puisinya itu.


Bahkan, dalam bait terakhir puisi yang ditulis tanggal 21 November 2013 itu Wimpie juga menyindir pemerintah yang sulit memerangi korupsi. Wimpie menyebutkan jika dokter di Indonesia tidak kalah dari dokter luar negeri tapi tak mampu mengobati 'penyakit' korupsi.

"Akhirnya maafkan kami wahai para penguasa negeri ini. Karena walaupun kami tak kalah dengan dokter di luar negeri. Tetapi kami tak mampu mengatasi penyakit gemar korupsi," tulis Wimpie di bait terakhir puisinya.




PUISI PERMINTAAN MAAF
dari dokter Indonesia.


Barangkali inilah saatnya
Ketika langkah kita tak boleh berhenti begitu saja
Karena penguasa tak mau peduli
Ketika kita telah dikriminalisasi
Padahal telah bekerja sesuai standar profesi

Maafkan kami para dokter yang terluka
Kalau suatu hari nanti kami mau cuti bersama
Karena sudah terlalu letih kami bekerja
Melaksanakan profesi menyelamatkan nyawa
Dan meningkatkan kualitas hidup bangsa

Jangan bilang dokter mogok kerja
Bukankah cuti bersama boleh saja
Walaupun bersama sama seluruh Nusantara?
Dan jangan bilang ini arogansi semata
Karena kami juga manusia biasa

Ya, kami memang manusia biasa
Yang kecewa ketika diperlakukan tanpa rasa
Yang terluka ketika disiram kopi panas di wajah ini
Yang tak berdaya ketika dipenjara
Yang terhina ketika iklan bohong kesehatan dibiarkan merajalela
Padahal korban berjatuhan di mana mana

Maafkan kami kalau suatu hari nanti kami cuti bersama
Tetapi janganlah bingung dan kecewa
Karena kalian boleh datangi mereka
Yang mampu sembuhkan kanker payudara tanpa obat apalagi operasi
Yang sembuhkan kanker peranakan dengan ramuan asli
Yang sembuhkan AIDS dalam tiga bulan
Yang sembuhkan impoten dengan ramuan tanaman
Dan yang sanggup mengembalikan keperawanan

Sulit kami mengerti mengapa penguasa melakukan pembiaran
Padahal semuanya ini jelas penipuan
Sementara dokter terus ditekan
Dan akhirnya masuk rumah tahanan
Masih adakah di negeri ini keadilan dan kebenaran?

Akhirnya maafkan kami wahai para penguasa negeri ini
Karena walaupun kami tak kalah dengan dokter di luar negeri
Tetapi kami tak mampu mengatasi penyakit gemar korupsi


http://news.detik.com/read/2013/11/27/080459/2424576/10/2/ini-tujuan-dr-wimpie-tulis-puisi-permohonan-maaf-dari-dokter

Senin, 28 Oktober 2013

PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA IBU AINUN

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu ...

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya ...

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ...

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat ...

Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang ...

Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada ...

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini ...

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang ...
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ...

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderungankuadalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...

Selamat jalan ...
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya ...

Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada ...

Selamat jalan sayang ...
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku ...

Selamat jalan ...
Calon bidadari surgaku ...

*Cinta yang tumbuh karena iman, amal soleh dan akhlak yang mulia, akan senantiasa bersemi, tak lekang karena sinar matahari dan tak luntur karena hujan dan tak akan putus karena walaupun ajal menjemput...

Insya Allah bermanfaat