Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2015

Ditemukan, 'planet' tanpa matahari



Image copyright Edinburgh University Image caption Gambaran PSO J318.5-22, mengapung sendirian di antariksa tanpa bintang induk. 
 
Awan yang terbuat dari lelehan besi cair terdeteksi pada sebuah planet tanpa matahari, 75 tahun cahaya dari Bumi.

Objek yang mirip planet itu, dinamai PSO J318.5-22, dianggap sebagai salah satu temuan paling aneh. Dengan ukuran hampir sebesar Jupiter, ia mengapung bebas sendirian di ruang angkasa.

Astronom di Universitas Edinburgh menggunakan teleskop di Cile untuk menunjukkan planet itu diselimuti lapisan awan tipis dan tebal. Para ilmuwan memperkirakan umurnya baru sekitar 20 juta tahun.

'Planet' itu tidak memiliki matahari.

Debu panas

Tanpa cahaya menyilaukan dari bintang induk (matahari), tim peneliti mampu mengukur variasi kecerahan objek dengan akurat.

Mereka memperkirakan suhu di dalam awan melebihi 800C. Awan terdiri dari debu panas dan besi cair.

Dr Beth Biller, dari fakultas fisika dan astronomi University of Edinburgh, mengatakan: "Penemuan ini menunjukkan betapa awan ada di mana-mana, meliputi planet dan benda mirip-planet.

"Kami sedang berupaya menggunakan teknik (pengukuran) ini untuk planet raksasa di sekitar bintang muda, dan akhirnya kami akan mendeteksi cuaca di planet mirip Bumi yang mungkin menunjang kehidupan."

Temuan ini diterbitkan dalam The Astrophysical Journal.

Sumber: 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151105_sains_planet_tanpamatahari?ocid=socialflow_facebook

Sampah Antariksa Misterius Akan Jatuh ke Bumi Pertengahan November

Sampah antariksa misterius yang dinamakan WT1190F akan jatuh ke Bumi pada 13 November 2015 di Samudera Hindia, 60 Km dari wilayah paling selatan Sri Lanka.



Obyek WT1190F (tengah) dilihat dengan teleskop 2.2 meter milik Universitas Hawaii di Mauna Kea, Hawaii. (B. Bolin, R. Jedicke, M. Micheli via Kompas.com)

Sampah antariksa misterius akan jatuh ke Bumi pada pertengahan November mendatang. Ilmuwan menamai obyek itu WT1190F. Nama "WTF" menunjukkan ekspresi kekagetan para ilmuwan sekaligus betapa misterius obyek tersebut.

WT1190F terdeteksi oleh Catalina Sky Survey, sebuah program berbasis di University of Arizona, Tucson, bertujuan untuk menemukan asteroid dan komet yang melayang dekat dengan Bumi.

Obyek yang diperkirakan berukuran 1-2 meter itu akan jatuh ke Bumi pada 13 November 2015. WT1190F bakal jatuh di Samudra Hindia, 65 kilometer dari wilayah paling selatan Sri Lanka. Karena jatuh di samudra, kemungkinan obyek menghantam rumah penduduk atau kepala orang sangat kecil. Jadi, tak perlu terlalu takut.

"Yang pasti saya tak perlu memancing di bawah obyek itu (akan jatuh)," ungkap Bill Gray, dari Jet Propulsion Laboratory in Pasadena, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang ikut melacak obyek.

Obyek itu memiliki orbit yang sangat lonjong. Terjauh, obyek bisa mencapai jarak 2 kali jarak Bumi-Bulan. Dilansir dari Nature, ilmuwan memprediksi bahwa obyek itu memiliki kepadatan rendah dan berongga, sehingga ilmuwan menduga, obyek itu adalah buatan manusia. "Seperti potongan hilang dari sejarah antariksa yang kini kembali menghantui kita," ujar Jonathan McDowell, astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Ada beberapa perkiraan tentang asal-muasal obyek, ada hipotesis yang menyatakan bahwa itu sisa dari tahap penghabisan roket dari misi bulan baru-baru ini, atau malah bisa jadi sampah antariksa itu adalah sisa-sisa dari misi Apollo pada akhir tahun 1960-an.

Sementara orang awam mungkin takut akan adanya sampah antariksa yang jatuh ke bumi, ilmuwan  justru berbahagia. Jatuhnya WT1190F akan dimanfaatkan untuk melatih kemampuan melacak obyek antariksa yang jatuh ke bumi. Di sekitar bumi, terdapat asteroid-asteroid yang lalu lalang. Ilmuwan menyebutnya "near-earth asteroid". Sewaktu-waktu, asteroid itu bisa jatuh ke bumi dan membahayakan.

Dengan melatih kemampuan melacak asteroid, ilmuwan ke depan bisa melakukan mitigasi bencana yang diakibatkan oleh obyek antariksa, mencegah kasus masa punahnya dinosaurus 56 juta tahun lalu terulang. Masyarakat awam sendiri bila beruntung bisa menyaksikan jatuhnya sampah antariksa itu. Sampah itu bisa terlihat seperti meteor ketika jatuh ke bumi.

(Lutfi Fauziah/Sumber: Kompas.com, Scientific American)

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/11/sampah-antariksa-misterius-akan-jatuh-ke-bumi-pertengahan-november

Jumat, 02 Januari 2015

AWAN Cumolonimbus

Apa itu Awan Cumolonimbus?

Awan Cumulonimbus adalah sebuah awan tebal vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat, mirip gunung atau menara. Bagian pucuk awan ini berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata, melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head. Awan ini terlibat langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrem lainnya.

Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. Awan ini dapat terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai petir besar. Badai petir ini yang ditakuti para penerbang.

Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas awan. Terdapat updraft dan downdraft sehingga memungkinkan terjadi sirkulasi. Gesekan partikel awan di dalamnya dapat menimbulkan muatan listrik.

Wajar saja awan cumulonimbus ditakuti penerbang. Sebab awan ini yang paling sering membuat bencana. Karena awan ini merupakan satu-satunya awan yang dapat menghasilkan muatan listrik Tornado alias puting beliung dapat terbentuk hanya melalui awan ini.

Sumber : Islampos

Sabtu, 25 Oktober 2014

Badai Matahari Itu Berasal Dari Bintik Matahari

Badai matahari itu berasal dari bintik matahari. NASA mengatakan radiasi berbahaya dari badai matahari memang tidak dapat melewati atmosfir bumi namun secara fisik mampu mempengaruhi aktivitas manusia di bumi. Dan ketika badai matahari terjadi cukup intens, hal itu akan mengganggu sinyal GPS dan sinyal komunikasi lainnya.

http://www.onvsoff.com/2014/10/badai-matahari-terbesar-mencapai-bumi-dan-akan-ada-yang-lebih-besar-lagi/