Selasa, 24 Desember 2013

Tidak ada artinya"Kemarahan..."


KISAH INSPIRATIF

Suatu hari yang cerah, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun masih muda usianya, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di seluruh penjuru negeri.

Tiba - tiba langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah, tampak marah dan tidak senang.

"Hei" katanya kasar. "Anda tidak berhak mengajari orang lain..!"

Si pemuda berteriak dan menghina. "Tahu tidak. Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja lalu sok tahu ! Badan kecil dan nyali besar ya. Ayoo... kalau berani kita berkelahi !"

Dengan wajah tenang, sambil tersenyum, sang guru muda bertanya : "Teman. Jika seseorang memberi hadiah tetapi orang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu ?"

Spontan, si pemuda menjawab, "Pertanyaan bodoh. Tentu saja ! Hadiah itu tetap menjadi milikku"

Guru muda ini tersenyum, lalu berkata, "Kamu benar, baru saja anda memberikan marah dan hinaan. Saya tidak menerimanya, apalagi merasa terhina. Kemarahan dan Hinaan itu pun kembali kepadamu. Benar kan ? Kamu sekarang menjadi satu - satunya orang yang tidak bahagia. Bukan saya... !. 


Karena melampiaskan kemarahan adalah sebuah proses menyakiti diri sendiri. Membangkitkan sel - sel negatif di dalam diri"

Si pemuda terdiam. Kepala dan hatinya seperti tersiram air dingin.

Sang guru muda melanjutkan. "Jika ingin berhenti menyakiti diri sendiri, singkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih. Ketika membenci orang lain, dirimu sendiri tidak bahagia bahkan tersakiti secara alami.

Tidak ada komentar: