Minggu, 22 Desember 2013

Menyambut Perdagangan Bebas 2015



Persiapan kita dalam menyambut perdagangan bebas 2015 tidak terlepas dari bahan bakar minyak (BBM), pembangunan infrastruktur, tingkat laju pertumbuhan ekonomi (inflasi), dan kesejahteraan tenaga kerja (buruh). Ya, inti pokok pemikiran ngak jauh dari pembahasan pasal 27 - 34 UUD 45. 
 
Ketika hidup adalah perjuangan. “Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.”

Harapan bisa jadi cerdas. Tahan banting tengoklah kebawah, istilah kata "kalah tua ilmunya" merupakan ujung tombak arah pemahaman kemenangan. Seorang aktivis, cepat tanggap berpolitik namun harus bebas aktif bertanggung jawab. 

Jika berat beban hutang negara tidak sebanding dengan suara rakyat maka sama dengan Orde baru+Reformasi hanya kata setuju doank yang tersirat. Lengkap sudah penderitaan ketika semua harga pada naik terutama beras, minyak goreng, telur dan daging. Apa kata dunia……….

Edan, masa sih system Reformasi dengan mempermudah pengkreditan lalu banyak hutang namun voting suara sebagai kebijakan membuat Undang - Undang. Ideologi apa ntu yang dipakai ?

Mekanisme sistem demokrasi berlakuh. Mahasiswa belajar saja biar pintar. Kisah aktivis mencabut nyawa sendiri dengan membakar diri sudah selayaknya menjadi pembelajaran Hak Asasi Manusia (HAM) agar segera mencabut akar permasalahan itu sendiri yakni kata "subsidi".

Masa iya, eksportir asing produk dagangannya masuk ke negara kita, namun pendistribusian pake BBM bersubsidi. Gigit jari baru tahu rasa nanti bila rupiah makin melemah dan kuota konsumsi BBM bertambah. Wong buat rakyat Indonesia saja masih ketergantungan impor BBM.  

“Pola pikir hidup sehat dan bekerja cerdas bisa jadi anda sukses finansial. Maka daripada ntu prioritaskan hal yang penting sehingga kebutuhan pokok tercukupi dan keinginan pun bisa direncanakan”. 

Mari kita renungi bersama permasalahan yang terus terjadi dan harus segera kita cari penyelesaian agar negara tercinta kita maju. antara lain :

Bahan Bakar Minyak (BBM)
Bisa jadi kesanggupan memproduksi minyak tidak sebanding dengan kebutuhan karna Iklim tropis diwilayah kita. Sehingga kita harus mempunyai stok penyimpanan minyak sebab adanya inflasi dan hal ini baru sedikit kilang minyak yang ada dinegara kita.

Oh tidak, bila harga bahan bakar minyak (BBM) harus naik lagi. Rakyat dan mahasiswa akan diadu kembali sama aparat. Lalu apa yang akan terjadi bila kita coba berhentikan subsidi BBM ?

Konsep penyelesaian masalah sekarang sudah mulai jelas diujicoba dengan berdasarkan data sampling lapangan ada rapid test frequency identification (RFID). Iya kan nantinya bisa ketahuan seberapa banyak orang penting ntu memakai bahan bakar bersubsidi, apalagi atas nama pribadi.

Untuk menghemat biaya dari dampak inflasi maka pabrik mendekati bandara, pelabuhan dengan jaminan harga tanah naik dan harapan bisa menekan resiko rugi dari beban hutang. Ketika diketahui ada dana asing lalu buruh berstrategi minta upah minimum regional (UMR) naik dan pemkot pun mensetujui dengan sikap tarif dasar listrik (TDL) dinaikkan karna mempertimbangkan bahan bakar masih bersubsidi. 

Setelah diamati. Gaya hidup merupakan salah satu hal yang membuat macet Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Coba perhatikan sekitar anda, setiap orang yang bekerja pasti akan kredit kendaraan. Beda dengan daerah. Setiap orang yang bekerja pasti punya rumah, paling tidak rumahnya dibangun terus jadi bagus. 

Ehm,.. agar jabodetabek tidak macet guna menarik investor, seharusnya pelaku industri pabrikan sudah mulai pindah kedaerah, Apa untungnya e-Ktp? beda daerah, gajih murah domisili pula. Buruh oh buruh not kuli.

Kontraktor dan Buruh

"Terima kasih. Ternyata sikap tahu malu dan tahu diri cermin akar budaya bangsa masih ada kata keterbukaan rasa toleransi dan harmoni, tidak lagi terbelah dengan asal-usul tapi pada kemampuan seseorang”.

Iya makanya jangan jadi Buruh molo, sekali - sekali jadi presiden direktur gitu biar bisa merasakan bagaimana system Reformasi sedang berjalan. Wong cuma bikin SIUP, NPWP, sampai kehakiman disaksikan notaris kalo cuma jadi usaha dagang (UD), CV cuma skitar Rp 2 jt an terus jadi perseroan terbatas (PT) sekitar Rp 10 – 15 jt an. Lah kan gajih mereka besar, masa dengan kerja sekian tahun ngak terlaksana. 

Oh iya, kalo CV cuma bisa ikutan tender kecil dibawah Rp 1 milyar sedangkan PT bisa ikutan tender Milyaran lebih. Mau kemana………

Maksudnya begini, tidak usah kemana – mana kalo tenaga kerja yang hanya mengharap pesangon namun tidak diimbangi kinerja yang profesional dan tidak melihat kemampuan perusahaan tersebut maka orangnya bisa dibilang egois, tidak bisa bersinergi kerja team. Sedangkan pihak direksi berpikiran ada proyek terus jadi tenaga kerja ada kerjaan terus.

Harusnya gajih bisa disesuaikan kemampuan perusahaan dan jenis produk yang dihasilkan namun terus menerus ada pemasukan kas. Intinya mengerti dan paham analisa sistem perusahaan. Jangan hanya orientasi uang saja namun kerja nyata bersinergi dalam team.

Lalu bila anda mendengar kata outsourching mungkin anda berpikir uang doloan sebelum bekerja dan kerja system kontrak terus berpikiran lembaga atau yayasan yang menaungi kewenangan merekrut ketenaga kerjaan ntu korupsi. Oh, jelas beda dong. Outsourching sama korupsi ntu tidak ada hubungannya hanya sebatas profesional tindakan tingkah lakuh dan jangan merasa aneh untuk kemajuan pola pikir karna anda nyata melihat suatu tulisan yang memacu wawasan anda. 

Perlu juga disadari proses pencarian investor, pengadaan proyek dan ikutan tender itu rawan korupsi pencucian uang kalo tidak tahu dasar hukum yang berlakuh Nah ntu baru bisa dibilang korupsi. Sudahlah buat apa ingin tahu yang bukan urusan kemampuan dan dasar ilmu yang kita miliki. Mau kemana……….

Jadi pastikan anda tidak kemana – kemana, tetap positive thinking dengan etika yang sopan ya,.. 

wong cuma maen internetan facebook, twitter, blogger, wordpress, dll 

Nah, ntu yang lagi aku pelajari mempersiapkan tantangan perdagangan bebas 2015, ketimbang nanti kalah bersaing terus kelaparan jadi hidup segan mati tak mau donk. Cari solusi sebelum kejadian. 

Untuk mencari solusi, kita harus melihat dari berbagai aspek kehidupan dan harus didasari ilmu yang mumpuni. Kalo mau maju namun harus tetap menjadi diri sendiri, bisa saja nanti menemukan inspirasi lalu termotivasi terus sukses. Ajib,..

Jadi sebelum mengeksekusi kata kesuksesan semuda mungkin, kita harus tahu dolo fakta yang di dukung bukti nyata struktur alam dan janganlah bersedih hati mungkin ada jalan keluar terbaik. Hehehe.. Burung Garuda Indonesiaku sudah mulai sakti lagi.

Ehm....Apalah arti kesuksesan bila tak bernilai. Tetap jadi diri sendiri sharing pengalaman untuk hidup lebih baik daripada frustasi dan tidak mensyukuri nikmat. 

Kalo ngak orang tuanya yang kaya, ya anaknya yang kaya namun semua itu tak terlepas dari rasa kebersamaan.

Ah mumet bacanya ………….

Tarik nafas dalam – dalam lalu keluarkan perlahan - perlahan lewat mulut (Lakukan berulang – ulang hingga anda mulai santai). 

Ya, cukup sudah terima kasih atas perhatiaan anda telah membaca tulisan ini. 

“Pencitraan menginspirasi impian bangunan mewah nan megah, tegak berdiri tinggi ungkapan jiwa, melewati jembatan dengan kebimbangan hari masa tua namun semua itu penuh duka”.
Wahai sahabat besok apalagi yang akan terjadi. Sabar, tetap tenang, masih aman, tidak seperti lainnya hanya itu yang terasa. Oh rupiah kapan engkau berjaya..

Nilai Mata Uang Rupiah

Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin turun saham gabungan IHSG dan semakin melemah Rupiah terhadap kurs Dollar AS. 

Faktor yang menyebabkan melemahnya nilai Rupiah adalah impor terkena inflasi dan kebijakan UU yang tidak jelas. Hal yang mempengaruhi semua aktifitas adalah Transportasi. BBM naik otomatis harga kebutuhan hidup akan naik.

Tahukah anda inflasi berdampak pada kenaikkan harga produk.

Ketika pelemahan nilai tukar rupiah terjadi. Hal ini berpengaruh kepada daya saing produk karena bahan baku lebih mahal dan melemahnya investasi baru karena harga mesin dibayar pakai dollar. Sehingga memang pasar domestik menjadi lesu akibatnya masyarakat tidak berani beli produk karena mahal.
Inflasi itu kalo dilihat secara sistemik. Inflasi merupakan strategi cara efektif, efisien dan praktis dalam mengelolah sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) agar lebih profesional terhadap waktu. 

Misal contoh inflasi bisa terjadi akibat lamanya waktu pengiriman barang yang diimpor dari pelabuhan ke pabrik karna macet dijalan sehingga apabila bahan baku tidak segera berada dipabrik, ratusan buruh yang berbayar itu kurang kerjaan. Kan ngak mungkin, masa bayar mahal kualitas produk berkurang akibat dari kenaikan harga beli bahan baku stelah pelemahan nilai rupiah terjadi wong beli barangnya harga dollar. 

Keberanian hadir ketika kita sudah tahu rugi diatas kertas masih tetap dijalankan sementara itu seorang pengecut sejati menyusun rencana yang lebih efisien, efektif dan praktis tersistem waktu Dollar yang berada di seluruh negara akan ditarik kembali oleh negara asalnya. Pemandangan yang mulus-mulus menghemat pemikiran pun terjadi. Oh Yes, oh No.

Untung sedikit harga pokok penjualan (HPP), tutup buku akhir tahun. Sungguh keterlaluan sih inflasi karna kemacetan, bisa jual belum tentu bisa beli lagi harga beliannya. Gimana mau sukses neh? banyakin piutang dagang dan aset aje deh, ketimbang nimbun stok kan jadi ribet. Ilustrasi ketika debit air laut lebih tinggi dari daratan sehingga air mengalir meresap dari celah - celah kecil membasahi bahan mentah yang bisa berkalori rendah. *Ketika lihat pasar, banyak barang impor jadi tak bergairah, lemas lagi.

Hemat impor seharusnya makanan yang bisa dikeringkan ada baiknya dijadiiin tepung atau serbuk aje, sekarang kondisi harga pasar masih stabil karna adanya stok tidak tahu awal tahun 2014. Cleopatra "GC ke bug Buy, Swap scott atas" kasih cakap Rp 13.000,- warning. (tertanda desember 2013)

Makanan dan minuman akan dinaikkan sekitar 10 % karna biaya operasional terbebani untuk upah buruh 40%-45%, sewa tempat 20%-25%, listrik sama bensin 10-15%. Jadi kurang lebih sekitar 75% dari biaya operasional yang naik, mengakibatkan kenaikan harga barang termasuk makanan dan minuman.

Ikuti saja sebagian permainan dari kontrak karya itu, nyatanya kita masih sedang belajar pencarian jati diri sebuah bangsa. "Mencegah lebih baik daripada mengobati, sadar gizi selalu dan jangan bermental sebagai bangsa kuli". Ingat bung kita mempunyai iklim 7 bulan kemarau 7 bulan penghujan. Sing sopo kui wong pinter kudu neh dadi pemimpin dudu dadi pencinta bunga deposito, wkwkwk..... 

Pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berdampak buruk pada pembayaran kewajiban utang negara. Nah ini salah satunya yang mesti kita pelajari bukan kata setuju voting suara saja. Mengapa BBM dinaikkan dan hal ini hanya membuat macet sektor pembangunan sehingga para kontraktor bisa stress. Ku harap kalian jangan hanya tertawa mengetahui itu semua. *ketika ngak ada kerjaan.

Catat kemungkinan yang akan terjadi. Bila negatif perlu disikapi dan bila positif lanjutkan, cari solusi gitu aja kok repot. Enak dagang ae ah.

Perdagangan

Realitasnya dalam bisnis atau berdagang ialah bahwa selalu ada tempat bagi para inovator, dan juga akan ada tempat bagi para imitator. Tantangan sekarang adalah bagaimana menggabungkan ide-ide inovatif dengan visi bisnis yang jelas dan terarah.*Tetaplah menjadi dirimu dan kenalilah dirimu.

Aku ingin punya gajih besar hanya 3-4 bulan kerja namun hitungan sama dengan orang lain kerja 10 tahun. Tapi bagaimana mungkin? Outsourching. Bayangkan, gajih orang yang kerja pake otot sama orang yang bekerja pake otak jauh sungguh “beda” dalam memenuhi standar normal hidup layak. 

Dalam istilah perdagangan, sebetulnya bukan dagangan yang tidak lakuh tapi karna kita tidak mau memproses pembelajaran bagaimana produk ntu bisa tercipta sehingga kita tidak tahu "apa" yang mesti dilakukan. Wong cuma beli terus jual lagi, padahal kualitas dan profesional ketenaga kerjaan ntu dasar keuntungan (profit) selain didukung teori dan pengalaman dilihat dari berbagai aspek kehidupan. Mental SDM ntu yang berlakuh, maju tidaknya sebuah perusahaan. Otomatis manajemen mengikuti.

Biarlah orang berkata apa tentang diriku. Ehm,…yang pasti setelah mengamati 3 tahun di Yogya dan hasil analisa warung kelontong itu rata-rata Hok per jam Rp 2 rebu, dagang sehari 8 jam. Makanan dan fasilitas tersedia jadinya kelebihan banyak waktu luang. Oh Yes, belajar lewat online begitu menyenangkan. Yaellah apaan coba. 

Salam Sukses, hixixi..

Harapan

Coba ya ? sudah ada riset mesin yang bisa mengelolah bijih besi (iron ore) menghasilkan kandungan kalori yang sama walau lokasi berbeda tempat. Jadi kita tidak perlu mengekspor bahan mentah. Setahuku beda lokasi pertanahan kalo diolah kandungan kalorinya berbeda, padahal ngarep nemu uranium.*Mengkhayal sambil ngopi dan lihat internet.

Lalu seandainya kalau kita menanam pohon sengon panen 5-6 tahun, pohon jati 30-40 tahun, pohon kelapa sawit 15 tahun masa produktif, dan pohon karet bertahun – tahun. (Kapan punyanye, ngimpi)
Memang agak berat kalo dikasih wangsit ngak disampaikan, padahal kan aq bukan siapa - siapa. Begini hasil penerawangan "Biarkan mereka punya pesawat siluman super jet canggih tapi kita punya pohon untuk berlindung hingga anak cucu" 

bersambung,..

Oh tidak.. wkwkkw

by : sih miskin yg penyayang

Tidak ada komentar: