Rabu, 14 Agustus 2013

Limbah Biogas " SLURI "


Sluri merupakan produk sisa pengolahan biogas berbahan campuran kotoran ternak dan air. Kedua bahan itu mengalami proses fermentasi tanpa oksigen dalam reactor selama 50 – 60 hari, menghasilkan gas metan, karbondioksida, dan air serta menyisahkan limbah semi padat, yaitu Sluri. Setelah keluar dari reactor, sluri cair diendapkan atau didiamkan dilubang penampungan selama 1 minggu. Tujuannya menghilangkan gas beracun antara lain gas metan yang berbahaya bagi tanaman atau ternak.

Menurut Yudha Hartanto. Sluri cair memiliki PH 7,9 – 8,3 dan kadar air berkisar 90 – 93 %. Kualitas sluri dipengaruhi kandungan ion ammonium. Sluri cair memiliki kandungan nitrogen efektif 100 %. Artinya, tanaman bisa menyerap seluruh kandungan nitrogen itu. Kandungan amonium berkurang bila terjadi penguapan berlebih akibat paparan sinar matahari. Pengeringan sluri yang ternaungi masih memiliki 85 % kandungan nitrogen efektif. Sluri yang dikeringkan dengan sinar matahari langsung hanya mengandung 65 % nitrogen efektif. Dengan demikian, sluri cair yang berasal dari reactor lebih baik jika langsung diberikan kelahan. Jika disimpan, pastikan terlindung dari sinar matahari.

Sumber : Trubus 524 – Juli 2013/XLIV. Faedah usai gas Sirna.

Tidak ada komentar: